Bogota,sorotkabar.com – Keiko Sofia Fujimori Higuchi resmi terpilih sebagai presiden Peru periode 2026-2031 setelah mengalahkan kandidat koalisi Juntos por el Peru, Roberto Sanchez, dalam pemilihan presiden (pilpres) yang berlangsung sangat ketat.
Kepastian kemenangan tersebut diumumkan setelah Kantor Proses Pemilu Nasional Peru (ONPE) menuntaskan penghitungan 100% dari 92.766 berita acara pemungutan suara pada Senin (29/6/2026). Proses rekapitulasi berlangsung selama beberapa pekan karena adanya peninjauan terhadap surat suara yang dipersengketakan.
Hasil akhir menunjukkan Keiko Fujimori unggul dengan selisih hanya 49.641 suara, menjadikan Pilpres 2026 sebagai salah satu kontestasi paling sengit dalam sejarah politik modern Peru.
Keiko, yang kini berusia 51 tahun, akan memimpin Peru selama masa jabatan konstitusional 2026-2031.
Kemenangan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan politik Keiko Fujimori. Setelah empat kali mencalonkan diri sebagai presiden, ia akhirnya berhasil memenangkan pemilu.
Sebelumnya, Keiko mengalami tiga kekalahan di putaran kedua pemilihan presiden. Ia juga sempat menjalani lebih dari 500 hari penahanan prapersidangan terkait kasus dugaan pendanaan kampanye yang dikenal sebagai kasus "Cocktails".
Selama bertahun-tahun, Keiko juga menghadapi sentimen anti-Fujimori yang kuat akibat warisan politik ayahnya, Alberto Fujimori.
Putri Mantan Presiden Alberto Fujimori
Keiko Fujimori mulai dikenal publik pada 1994 saat berusia 19 tahun ketika menjalankan peran sebagai ibu negara setelah orang tuanya, Susana Higuchi dan Presiden Alberto Fujimori, berpisah.
Namun, karier politiknya tak lepas dari kontroversi keluarga. Ayahnya kemudian dijatuhi hukuman 25 tahun penjara atas kasus korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia. Pada Pilpres 2011, Keiko pertama kali maju sebagai calon presiden tetapi gagal pada putaran kedua.(*)