Gerindra Bantah Isu Skenario Capres Harus Diusung 3 Partai Parlemen

Gerindra Bantah Isu Skenario Capres Harus Diusung 3 Partai Parlemen
bahtra-banong-1779339135138_169

Jakarta,sorotkabar.com -- Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong membantah isu skenario pencalonan presiden dan wakil presiden harus didukung minimal tiga partai parlemen di RUU Pemilu.

Bahtra menegaskan hingga saat ini belum ada pembahasan RUU Pemilu di Komisi II DPR. Sebagai salah satu pimpinan komisi tersebut, RUU Pemilu saat ini masih dalam tahap penyerapan aspirasi.

"Enggak, enggak ada. Dari mana infonya?" ujar Bahtra singkat saat ditemui di kompleks parlemen, Selasa (30/6).

Dia enggan berbicara lebih lanjut soal itu. Dia menegaskan Komisi II hingga saat ini belum memulai pembahasan RUU Pemilu bersama pemerintah.

"Belum ada pembahasan kan," katanya.

Isu skenario pembatasan pencalonan pasangan calon presiden dan wakil presiden sebelumnya diembuskan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman dalam opininya di Harian Kompas pada 21 Juni lalu.

Benny dalam opininya menulis ada skenario pencalonan presiden dan wakil presiden harus diusung minimal tiga partai parlemen. Isu menjadi perdebatan karena Mahkamah Konstitusi (MK) telah memerintahkan ambang batas pencalonan presiden dihapus.

"Ada indikasi kuat bahwa regulasi pemilu mendatang sengaja didesain untuk membatasi hak rakyat dalam memilih pemimpin tertinggi di negeri ini," tulis Benny.

"Salah satu wacana paling berbahaya yang mulai diembuskan adalah soal pembatasan calon presiden dan calon wakil presiden, di mana nantinya hanya pasangan calon (paslon) yang didukung oleh minimal tiga partai politik parlemen yang boleh bertanding," imbuhnya.

Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengaku tak tahu menahu isu tersebut. Dengan nada berkelakar, dia memuji informasi atau bocoran yang didapat Benny.

"Sampai sekarang belum ada bocoran apa-apa kok. Pak Benny K Harman hebat sekali, sudah punya bocoran," kata Sarmuji di kompleks parlemen, Senin (29/6).(*)
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index