Pekanbaru.sorotkabar.com - Harga tandan buah segar (TBS) petani kelapa sawit swasembada di Provinsi Riau naik sebesar Rp73,77 per kilogram atau 1,99 persen dari periode sebelumnya, mencapai Rp3.781,37 per kg.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, mengatakan kenaikan harga terjadi pada kelompok umur 9 tahun, yang merupakan harga tertinggi. Ketentuan ini berlaku selama satu minggu ke depan, yaitu periode 1-7 Juli 2026.
"Kenaikan harga TBS pekan ini dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak sawit mentah ( CPO ) dan inti sawit," katanya di Pekanbaru, Riau, Selasa.
Ia mengatakan harga CPO naik sebesar Rp277,49 per kg menjadi Rp15.541,13 per kg dibandingkan minggu lalu. Sementara itu, harga biji-bijian juga naik sebesar Rp373 per kg menjadi Rp13.319,00 per kg minggu ini.
Hal yang sama juga terjadi pada petani swadaya, harga pembelian TBS untuk petani mitra plasma dalam satu minggu ke depan juga meningkat sebesar Rp. 55,60 per kg atau mencapai 1,47 persen dari harga periode sebelumnya dan sekarang menjadi Rp. 3.831,76 per kg.
Untuk harga jual CPO minggu ini, lanjutnya, juga naik sebesar Rp. 167,21 per kg menjadi Rp. 15.525,00 per kg. Sementara itu, harga inti untuk TBS petani plasma juga naik signifikan sebesar Rp444,40 menjadi Rp12.795,00 per kg.
Supriadi mengatakan bahwa dalam menetapkan harga TBS, partainya selalu meningkatkan tata kelola agar penetapan harga sesuai dengan peraturan dan adil bagi kedua belah pihak.
“Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Jaksa Agung Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.(*)