Iran Klaim Hancurkan Fasilitas Militer AS di Kuwait dan Bahrain

Iran Klaim Hancurkan Fasilitas Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Iran mengeklaim telah menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain akibat serangan yang dilancarkan Amerika terhadap Iran. (AP Photo/Mohsen Ganji)

Teheran,sorotkabar.com - Garda Revolusi Iran mengeklaim telah melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas serangan udara Washington ke wilayah Iran. Teheran juga memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan dari Amerika Serikat akan dibalas dengan "tanggapan yang menghancurkan".

Eskalasi terbaru ini terjadi ketika Iran dan Amerika Serikat saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang masih rapuh. Kondisi tersebut semakin memperumit negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, Garda Revolusi menyebut telah menghantam delapan fasilitas militer penting milik Amerika Serikat di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, serta pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Port Salman, Bahrain.

"Kami menghancurkan delapan fasilitas militer AS yang penting di pangkalan Ali Al Salem di Kuwait dan di pangkalan Armada Kelima di Port Salman, Bahrain," demikian pernyataan Garda Revolusi dilansir dari NZ Herald, Minggu (28/6/2026).

Kelompok elite militer Iran itu juga mengeluarkan peringatan keras kepada Washington.

"Setiap agresi musuh, apa pun dalihnya, bahkan terhadap target yang tidak penting, akan mendapat tanggapan yang menghancurkan," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran menyepakati nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada pertengahan Juni. Kesepakatan itu bertujuan menghentikan konflik secara permanen dan mencegah kedua negara kembali melakukan operasi militer satu sama lain.

Dalam dokumen tersebut, kedua pihak sepakat untuk tidak memulai perang maupun menggunakan ancaman atau kekerasan terhadap satu sama lain.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index