Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Naik Nyaris 2 Persen

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Naik Nyaris 2 Persen
Ilustrasi minyak mentah (ChatGPT)

London,sorotkabar.com – Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Rabu (10/6/2026) setelah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat menyusul serangan balasan kedua negara dalam semalam.

Minyak mentah Brent tercatat naik US$ 1,74 atau 1,9% menjadi US$ 93,19 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$ 1,91 atau 2,17% ke level US$ 90,11 per barel.

Kenaikan harga minyak semakin tajam setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran melalui unggahan di media sosial Truth Social.

"Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk mendapatkan kesepakatan yang sebenarnya sangat menguntungkan bagi mereka. Sekarang mereka harus membayar harganya," tulis Trump.

Sebelumnya, harga minyak bergerak relatif stabil sepanjang sesi perdagangan pagi di Eropa. Namun, pernyataan Trump memicu kekhawatiran baru terkait eskalasi konflik di Timur Tengah.

Laporan Fox News menyebutkan Trump hampir memerintahkan serangan tambahan terhadap fasilitas pembangkit listrik dan jembatan di Iran karena menilai Teheran terlalu lambat mencapai kesepakatan dengan Washington.

Militer AS sebelumnya melancarkan serangan terhadap sejumlah target Iran setelah Trump berjanji memberikan respons atas jatuhnya helikopter serang Apache milik AS.

Analis pasar senior Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, mengatakan perkembangan terbaru kembali mengalihkan perhatian pelaku pasar pada risiko perang dan potensi gangguan pasokan energi global.

"Meski upaya diplomatik masih berlangsung, aksi militer terbaru telah mengembalikan premi risiko geopolitik ke pasar minyak," ujar Sachdeva.

Di sisi lain, Teheran menyatakan akan melanjutkan aksi militer apabila Israel tetap menyerang kelompok Hizbullah di Lebanon.

Penolakan Israel untuk menghentikan operasi militernya terhadap Hizbullah yang didukung Iran juga dinilai menghambat upaya Trump memperpanjang gencatan senjata yang rapuh dalam konflik yang lebih luas antara AS, Israel, dan Iran.

Selain faktor geopolitik, pasar minyak juga mendapat dukungan dari menurunnya persediaan minyak global. Namun, pelemahan impor minyak mentah China serta masih terbatasnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz membatasi kenaikan harga lebih lanjut.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index