Update Harga Minyak: Naik 1,3 Persen karena Komentar Pemimpin Iran

Update Harga Minyak: Naik 1,3 Persen karena Komentar Pemimpin Iran
Update Harga Minyak: Naik 1,3 Persen karena Komentar Pemimpin Iran

London,sorotkabar.com – Harga minyak dunia naik lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (21/5/2026) setelah laporan Reuters menyebut pemimpin tertinggi Iran mengeluarkan arahan bahwa uranium yang hampir mencapai tingkat senjata tidak boleh dikirim ke luar negeri.

Laporan tersebut, yang mengutip dua sumber senior Iran, menandakan sikap Teheran semakin keras dalam salah satu tuntutan utama Amerika Serikat (AS) dalam perundingan damai. Arahan Ayatollah Mojtaba Khamenei disebut dapat memperumit negosiasi antara AS dan Israel terkait konflik di Iran.

Harga minyak Brent crude futures naik US$ 1,39 atau 1,3% menjadi US$ 106,41 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 1,56 atau 1,6% menjadi US$ 99,82 per barel. Kedua kontrak sempat diperdagangkan lebih rendah sebelum laporan tersebut muncul.

Sebelumnya, kedua acuan harga minyak tersebut turun sekitar 5,6% ke level terendah dalam lebih dari sepekan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran berada pada tahap akhir.

Pada sisi lain, Pakistan meningkatkan upaya diplomatik untuk mempercepat perundingan damai antara AS dan Iran. Teheran disebut tengah meninjau respons terbaru dari Washington. Trump juga menyatakan kemungkinan menunggu beberapa hari untuk mendapatkan jawaban yang tepat dari Iran, namun tetap membuka opsi melanjutkan serangan.

“Kami telah berada dalam situasi ini beberapa kali sebelumnya, yang pada akhirnya berujung pada kekecewaan,” kata analis ING dalam catatan risetnya seperti dilansir dari Reuters.

Selain itu, Iran mengumumkan pembentukan “Otoritas Selat Teluk Persia” yang akan mengelola zona maritim terkendali di Selat Hormuz.

Iran sebelumnya dilaporkan membatasi lalu lintas di selat tersebut sebagai respons atas serangan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari. Meskipun sebagian besar pertempuran telah berhenti sejak gencatan senjata April, Iran masih membatasi akses pelayaran, sementara AS disebut melakukan blokade di wilayah pesisirnya.

Gangguan pasokan dari kawasan produsen utama Timur Tengah akibat konflik tersebut membuat negara-negara konsumen harus menarik cadangan minyak komersial dan strategis dalam jumlah besar, sehingga memunculkan kekhawatiran penurunan stok global.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan penarikan hampir 10 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) pekan lalu, menjadi penarikan terbesar sepanjang sejarah. Persediaan minyak mentah AS juga turun lebih besar dari perkiraan.

“Harga minyak tetap relatif terkendali meskipun skala gangguan di Timur Tengah cukup besar,” kata analis senior minyak dan gas global HSBC Kim Fustier.

Dia menambahkan, penurunan permintaan dari China, meningkatnya ekspor dari kawasan Atlantik yang dipimpin AS, serta penarikan stok strategis telah membantu meredakan kekhawatiran pasokan jangka pendek dan mengurangi dislokasi pasar fisik yang sempat ekstrem sebelumnya.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index