Harimau Beranak Muncul di Nagan Raya, Warga Diminta Waspada

Harimau Beranak Muncul di Nagan Raya, Warga Diminta Waspada
Ilustrasi harimau di kebun binatang. (Twitter.com)

Nagan Raya,sorotkabar.com — Kemunculan Harimau Sumatera bersama dua anaknya di area perkebunan kelapa sawit Desa Babah Dua, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, memicu kepanikan warga. Satwa dilindungi itu dilaporkan berada sekitar 50 meter dari permukiman penduduk.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, induk harimau diduga baru saja melahirkan di lokasi tersebut. Situasi ini membuat perilakunya menjadi sangat protektif dan berpotensi membahayakan jika merasa terganggu.

Salah seorang warga, Nasrudin, mengungkapkan, harimau yang terlihat tidak sendirian, melainkan bersama dua anaknya yang masih kecil. “Harimau itu ada dua anaknya. Kemungkinan baru melahirkan di situ,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Resor KSDA Meulaboh Satirin menjelaskan, induk harimau yang sedang menjaga anak memiliki tingkat agresivitas tinggi. Kondisi tersebut membuat satwa liar ini sangat berbahaya jika manusia mencoba mendekat. Oleh karena itu, warga harus waspada.

“Saat harimau sedang beranak, dia tidak bisa kita dekati. Induknya akan sangat agresif karena sedang mengamankan anaknya. Itu adalah sifat alaminya,” salah seorang petugas.

Sebagai langkah awal, petugas merespons laporan warga dengan memberikan imbauan agar masyarakat menghentikan sementara aktivitas di sekitar lokasi kemunculan harimau.

Menurut pihak KSDA, keberadaan harimau tersebut kemungkinan hanya sementara. Secara naluriah, induk harimau akan berpindah ke tempat lain setelah merasa kondisi lingkungan aman bagi anak-anaknya.

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi hanya untuk melihat langsung atau merekam video. Tindakan tersebut dinilai berisiko tinggi dan dapat memicu serangan.

Pihak berwenang akan berkoordinasi dengan aparat desa untuk menyampaikan imbauan resmi kepada warga agar menjaga jarak hingga situasi benar-benar aman.

“Kami khawatir masyarakat mencoba mendekat untuk melihat atau merekam video. Itu sangat berbahaya. Karena itu, kami akan berkoordinasi dengan kepala desa agar masyarakat diberikan imbauan,” tambahnya.(*)
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index