Pelajar Tewas Dianiaya, 5 Pelaku Kabur ke Luar Kota

Pelajar Tewas Dianiaya, 5 Pelaku Kabur ke Luar Kota
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto (Beritasatu.com/Joko Pramono)

Bantul,sorotkabar.com - Kasus penganiayaan terhadap seorang pelajar hingga meninggal dunia di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih dalam penanganan intensif pihak kepolisian. Saat ini, lima terduga pelaku masih dalam pengejaran setelah diketahui melarikan diri ke luar kota.

Kepolisian Resor Bantul terus memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Sementara itu, dua pelaku lainnya telah lebih dahulu diamankan dan kini ditahan di Mapolres Bantul.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengungkapkan, identitas dan keberadaan kelima pelaku sudah terdeteksi, tetapi proses penangkapan masih berlangsung.

“Kita masih fokus melakukan upaya pengejaran terhadap lima orang terduga pelaku penganiayaan tersebut, dan kabar terakhir diterima mereka berada di luar kota Bantul,” kata Rita, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, kelima orang tersebut diduga memiliki keterkaitan kuat dengan aksi penganiayaan yang menewaskan seorang pelajar kelas X asal Payungan, Triharjo, Pandak, Bantul. Informasi ini diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap dua tersangka yang telah lebih dulu ditahan.

“Dua orang telah kita amankan, dan kita lakukan penahanan, dan dari keduanya, kita mendapatkan terduga pelaku lainnya itu,” imbuhnya.

Rita menambahkan, pihaknya masih mendalami peran masing-masing tersangka dalam kasus tersebut guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian.

“Kita masih lakukan pendalaman, terkait apa peran mereka dalam tindakan keji tersebut,” tutur Rita.

Korban diketahui bernama Ilham Dwi Saputro (16). Ia mengalami penganiayaan brutal menggunakan selang, gunting, serta dilindas sepeda motor berulang kali pada Selasa (14/4/2026).

Akibat luka berat yang diderita, korban sempat koma selama 6 hari sebelum akhirnya meninggal dunia. Dugaan sementara, motif aksi kekerasan ini dilatarbelakangi rasa dendam yang berkaitan dengan keanggotaan dalam sebuah geng.

Hingga kini, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan kasus untuk menangkap seluruh pelaku dan mengungkap motif secara menyeluruh.(*)
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index