Moskwa,sorotkabar.com - Duta Besar Rusia untuk Belgia, Denis Gonchar, menuding negara-negara Eropa tengah mempersiapkan warganya secara psikologis untuk menghadapi konflik bersenjata dengan Rusia.
Tuduhan itu disampaikan di tengah percepatan proses militerisasi di kawasan Eropa.
Pernyataan tersebut disampaikan Gonchar dalam wawancara dengan RIA Novosti. Ia menilai perubahan kebijakan pertahanan dan narasi keamanan di Eropa menunjukkan arah yang mengkhawatirkan.
“Proses yang sangat negatif juga terjadi di lapangan. Eropa dengan cepat menjadi dimiliterisasi, ekonominya diubah menjadi ekonomi perang, dan penduduknya dipersiapkan untuk konflik bersenjata yang hampir tak terhindarkan dengan negara kami,” kata Gonchar dikutip Minggu (8/2/2026).
Ia memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut berpotensi memicu dampak serius yang sulit diprediksi.
“Langkah dan tindakan nekat semacam itu tampak sangat berbahaya dan menimbulkan banyak konsekuensi yang tak terduga bagi kami,” lanjutnya.
Pernyataan Gonchar muncul setelah Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte menyerukan negara-negara Eropa untuk meningkatkan belanja pertahanan agar siap melawan Rusia. Seruan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Rutte mendorong negara anggota NATO untuk mengadopsi pola pikir militer, dengan mengklaim bahwa aliansi tersebut berpotensi menjadi “target Rusia berikutnya”.
Sementara itu, Kremlin mengonfirmasi adanya kontak antara Moskow dan Paris di tingkat teknis. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan pembicaraan tersebut berlangsung menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait kesiapan melanjutkan dialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
“Memang, ada kontak tertentu di tingkat kerja, tetapi kami belum dapat mengumumkan hal penting apa pun dalam hal ini,” kata Peskov kepada wartawan dalam konferensi pers di Moskow, Rabu (4/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Macron mengungkapkan bahwa persiapan tengah dilakukan untuk membuka kembali jalur diskusi langsung dengan Putin.
“Ini sedang dipersiapkan dan diskusi teknis sedang berlangsung untuk mempersiapkannya,” ujar Macron kepada wartawan. Ia menegaskan proses tersebut dilakukan secara transparan dan melalui konsultasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy serta mitra utama Prancis di Eropa.
“Penting bagi Eropa untuk benar-benar membangun kembali saluran komunikasi mereka sendiri. Ini sedang dipersiapkan dari sudut pandang teknis. Saya pikir itu akan bermanfaat, tetapi saya tidak percaya bahwa Rusia saat ini bersedia untuk menyimpulkan perjanjian perdamaian dalam beberapa hari atau bahkan pekan mendatang,” tambah Macron.(*)