Kamboja Gerebek Kompleks Penipuan Daring, Tahan Lebih dari 2.000 Orang

Kamboja Gerebek Kompleks Penipuan Daring, Tahan Lebih dari 2.000 Orang
Lebih dari 2000 orang ditangkap dalam penggerebekan kompleks penipuan onine Kamboja. (Foto: ist./Oke)

Kamboja, sorotkabar.com - Kamboja melancarkan penggerebekan besar-besaran terhadap gembong penipu daring atau online scam, menahan lebih dari 2.000 orang. 

Penggerebekan ini dilakukan di tengah tekanan dari Tiongkok agar Kamboja menindak industri penipuan daringnya.

Hampir 1.800 warga negara Tiongkok termasuk di antara mereka yang ditahan, menurut Kementerian Dalam Negeri Kamboja, sebagaimana dilansir Bangkok Post.

Pernyataan Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyebutkan bahwa polisi telah melakukan operasi penegakan hukum skala besar pada Sabtu (31/1/2026) pagi di sebuah kompleks penipuan daring di Bavet, kota terbesar di Provinsi Svay Rieng bagian tenggara, yang berbatasan dengan Vietnam.

Sebanyak 2.044 warga asing ditahan, di antaranya 1.792 berasal dari Tiongkok daratan, lima dari Taiwan, dan 177 dari Vietnam.

Sebanyak 179 lainnya adalah warga negara Myanmar, kata kementerian tersebut, dan sisanya berasal dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Pernyataan itu tidak menyebutkan apakah Kamboja bermaksud mengekstradisi tersangka asing ke negara asal mereka.

Namun, warga negara Tiongkok diperkirakan akan diserahkan ke Beijing seperti dalam kasus terduga bos kejahatan siber Chen Zhi, pendiri dan ketua Prince Holding Group, yang dipulangkan pada awal Januari.

Chen dituduh melakukan berbagai aktivitas ilegal, termasuk membuka kasino, penipuan, operasi ilegal, dan menyembunyikan hasil kejahatan.

Penggerebekan di Bavet adalah “operasi terbesar” sejak Kamboja baru-baru ini meluncurkan penindakan nasional terhadap penipuan daring, seperti dilaporkan Cambodia China Times pada Sabtu malam.

“Ini benar-benar mencerminkan bahwa pemerintah Kamboja tidak akan pernah melonggarkan penindakannya terhadap pelaku penipuan daring,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Touch Sokhak, pada Minggu (1/2/2026).

Kamboja “bukanlah tempat yang aman, tetapi neraka bagi para penjahat,” katanya.

Kompleks di Bavet terdiri dari 22 bangunan dan beroperasi dengan kedok kasino. Dilaporkan telah lama digunakan untuk kegiatan ilegal, termasuk telekomunikasi dan penipuan daring.

Tindakan serentak yang menargetkan kegiatan ilegal ini juga dilakukan di beberapa wilayah lain, termasuk Provinsi Sihanoukville, yang terletak sekitar 250 kilometer barat daya ibu kota Phnom Penh.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah meningkatkan penindakannya terhadap penipuan telekomunikasi dan daring, yang awalnya menargetkan jaringan penipuan di Myanmar utara. Setelah sindikat lokal tersebut sebagian besar dibubarkan atau dipindahkan, fokus bergeser ke Kamboja dan pusat-pusat penipuan yang berkembang pesat di sana.

Tindakan kriminal penipuan daring, penahanan ilegal, dan kejahatan transnasional terkait “menimbulkan hambatan serius” bagi pendalaman kerja sama antara kedua negara, kata Wang Wenbin, duta besar Tiongkok untuk Kamboja, selama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn dan Menteri Dalam Negeri Sar Sokha bulan lalu.

Beberapa pejabat tinggi Kamboja, termasuk Prak Sokhonn dan Wakil Perdana Menteri Sun Chanthol, telah berjanji untuk terus memerangi industri penipuan.

“Penipuan daring telah merusak reputasi dan citra nasional Kamboja, dan kami akan mengerahkan segala upaya untuk memberantas masalah ini,” kata Sun Chanthol bulan lalu.

Menurut laporan pekan lalu dari Komite Ad-Hoc Kamboja untuk Memerangi Penipuan Daring, total 5.106 tersangka dari 23 negara ditangkap karena penipuan daring di Kamboja selama tujuh bulan terakhir.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index