Greenland,sorotkabar.com - Para pemimpin lima partai yang tergabung dalam parlemen Greenland dalam suatu pernyataan bersama mengecam klaim wilayah Amerika Serikat (AS) atas pulau tersebut dan menolak segala gagasan mengenai kemungkinan Greenland bergabung dengan AS.
Pernyataan itu ditandatangani oleh para pemimpin Partai Demokrat, Partai Naleraq, Partai Inuit Ataqatigiit (Community of the People/Komunitas Rakyat), Partai Siumut (Forward/Maju), serta Partai Atassut (Solidarity/Solidaritas).
Dalam pernyataan yang dipublikasikan, Jumat (9/1/2026) malam, para pemimpin partai menegaskan kembali keinginan mereka untuk mengakhiri sikap AS yang dianggap merendahkan wilayah Greenland.
"Sebagai pemimpin partai-partai di Greenland, kami menegaskan kembali keinginan kami menghentikan sikap merendahkan AS terhadap wilayah kami. Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Mereka menegaskan, tidak ingin menjadi warga Amerika maupun warga Denmark, melainkan tetap menjadi orang Greenland. Mereka juga menekankan bahwa masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri dan tidak boleh dicampuri oleh negara lain.
"Masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland... Tidak ada negara lain yang dapat ikut campur dalam hal ini," lanjut para pemimpin tersebut dan kembali menegaskan bahwa pulau itu harus menentukan masa depannya sendiri tanpa tekanan atau intervensi dari negara mana pun.
Sebelumnya pada Ahad (4/1/2026), Presiden AS Donald Trump kepada majalah The Atlantic mengatakan AS “sangat membutuhkan” Greenland. Ia mengeklaim pulau itu “dikepung kapal-kapal Rusia dan China.”
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen kemudian meminta Trump untuk berhenti mengancam Greenland, yang merupakan wilayah otonomi Denmark, terkait kemungkinan aneksasi.
Pada 4 Januari, Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, mengunggah gambar peta Greenland yang diwarnai dengan motif bendera AS di platform X dengan keterangan “SOON/segera”.
Menanggapi unggahan tersebut, Duta Besar Denmark untuk AS Jesper Moller Sorensen mengatakan bahwa Kopenhagen mengharapkan penghormatan AS terhadap keutuhan wilayah Kerajaan Denmark.
Sementara, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen juga menyebut gambar tersebut tidak menghormati Greenland.
Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Pulau itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh status otonomi pada 2009, dengan kewenangan untuk mengatur pemerintahan dan menentukan kebijakan dalam negeri sendiri.(*)