Indonesia-Pakistan Dorong IP-PTA Jadi CEPA, Target Rampung 2027

Indonesia-Pakistan Dorong IP-PTA Jadi CEPA, Target Rampung 2027
Pertemuan bilateral Menteri Perdagangan Pakistan Jam Kamal Khan dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti di sela-sela perhelatan Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) ke-8 di Karachi, Jumat 9 Januari 2026. (Kemendag)

Jakarta,sorotkabar.com - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Pakistan sepakat mendorong percepatan peningkatan skema Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) menjadi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). 

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis kedua negara di bidang perdagangan dan ekonomi.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyampaikan bahwa Indonesia dan Pakistan terus memperdalam kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

“Kami mendorong percepatan perluasan IP-PTA menjadi CEPA yang ditargetkan dapat diwujudkan pada 2027,” ujar Roro dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Pakistan Jam Kamal Khan di sela-sela perhelatan Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) ke-8 di Karachi, Jumat (9/1/2026).

Pada pertemuan tersebut, Indonesia juga mengusulkan agar perundingan teknis CEPA dapat mulai dilakukan pada awal 2026. Proses ini akan memanfaatkan kemajuan perundingan Indonesia-Pakistan Trade in Goods Agreement (IP-TIGA) sebagai fondasi awal.

“Perluasan kerja sama menuju CEPA akan memperkuat integrasi perdagangan barang, jasa, dan investasi secara lebih komprehensif serta berkelanjutan,” kata Roro.

Pertemuan bilateral ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Prabowo Subianto ke Pakistan pada Desember 2025. Kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis untuk memperdalam dan memperluas hubungan perdagangan kedua negara.

Kinerja perdagangan Indonesia-Pakistan menunjukkan tren positif. Pada 2024, nilai perdagangan bilateral tercatat mencapai US$ 4,1 miliar, tumbuh 24,07% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga November 2025, total perdagangan bilateral telah melampaui US$ 3,6 miliar, terutama ditopang oleh kinerja ekspor Indonesia yang dominan dan menghasilkan surplus perdagangan yang signifikan.

Sejak IP-PTA mulai berlaku pada 2013, nilai perdagangan kedua negara tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat hingga menembus US$ 4 miliar, mencerminkan manfaat nyata dari kerja sama perdagangan preferensial tersebut.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index