Washington Tekan Zelenskyy Segera Capai Kesepakatan Akhiri Perang dengan Rusia

Washington Tekan Zelenskyy Segera Capai Kesepakatan Akhiri Perang dengan Rusia
Presiden Volodymyr Zelenskyy dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, tengah, di Ruang Oval Gedung Putih, Jumat, 28 Februari 2025, di Washington.

Washington,sorotkabar.com - Presiden Volodymyr Zelenskyy seperti dilaporkan Washington Post, Jumat (29/11/2025), menghadapi tekanan baru dari AS menyusul perundingan delegasi Ukraina dan AS, di tengah upaya penyelesaian konflik dan skandal korupsi di negara Eropa itu. Pada Jumat, Zelenskyy mengumumkan bahwa Ukraina akan diwakili oleh Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina Andrii Hnatov, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional (NSDC) Rustem Umerov, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri dan badan intelijen dalam perundingan dengan AS.

Menurut Washington Post, Zelenskyy akan menghadapi tekanan baru dari AS minggu depan agar segera mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang dengan Rusia, karena pemerintahannya sendiri terlibat dalam skandal korupsi.

Selain itu, para pemimpin oposisi mulai menyerukan perombakan total pemerintahan, dan Moskow masih melanjutkan serangannya, yang membuka jalan bagi salah satu momen paling berbahaya secara politik bagi Kiev, demikian menurut publikasi tersebut.

Sementara itu, anggota parlemen Ukraina Volodymyr Ariev mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa, alih-alih melakukan perubahan nyata dalam pemerintahan, Zelensky justru “hanya mengganti figur yang terlibat skandal korupsi (mantan kepala kantor kepresidenan, Andriy Yermak) dan menunjuk figur bermasalah lainnya (Rustam Umerov) sebagai kepala tim negosiasi.”

Amerika Serikat telah mengajukan rencana perdamaian baru untuk Ukraina. Media melaporkan bahwa draf awal yang berisi 28 poin telah direvisi menjadi 19 poin setelah para pejabat AS, Ukraina, dan Eropa bertemu di Jenewa untuk pada 23 November.

Sebelumnya, pada 21 November, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa rencana perdamaian baru Presiden AS Donald Trump dapat menjadi dasar bagi penyelesaian akhir di Ukraina. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa Kiev harus mengambil keputusan dan memulai negosiasi. Kebebasan pengambilan keputusan Kiev semakin menyusut akibat tindakan ofensif angkatan bersenjata Rusia, ujarnya.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index