Pemerintah Selamatkan Gajah Sumatera dan Kalimantan, Habitat Tersisa Tinggal 21 Kantong

Pemerintah Selamatkan Gajah Sumatera dan Kalimantan, Habitat Tersisa Tinggal 21 Kantong
Seorang penjaga (mahout) memberi makan gajah jinak menuju sungai kecil di CRU (Conservation Respons Unit) Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan di Desa Negeri Antara, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Ahad (22/2/2026). Sebanyak tiga ekor gajah jinak di CRU ter

Jakarta,sorotkabar.com — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah akan fokus menyelamatkan populasi dan habitat gajah Sumatera serta Kalimantan yang kini berada dalam status terancam punah.

Langkah tersebut dilakukan melalui Instruksi Presiden (Inpres) tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan yang baru diterbitkan pemerintah.

Raja Juli Antoni mengatakan jumlah kantong habitat gajah terus menyusut drastis. Saat ini hanya tersisa 21 kantong habitat dari sebelumnya mencapai 42 kantong.

“Inpres ini menunjukkan komitmen yang sangat kuat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan gajah kita. Fokus utama kami adalah bagaimana mengeksekusi ide-ide tersebut secara nyata di lapangan. Tata kelola pembangunan ke depan harus memberikan orientasi penuh kepada konservasi,” kata Raja Juli Antoni dalam pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, salah satu poin penting dalam Inpres tersebut adalah integrasi pembangunan infrastruktur dengan perlindungan ruang hidup satwa liar.

Ia mencontohkan pembangunan jalan tol oleh Kementerian Pekerjaan Umum harus mempertimbangkan peta wilayah jelajah gajah atau home range yang telah disiapkan Kementerian Kehutanan.

Pemerintah juga akan mewajibkan solusi teknis seperti pembangunan underpass atau terowongan satwa agar kelompok gajah tetap dapat berpindah tanpa terganggu aktivitas manusia.

Raja Juli Antoni memerintahkan jajarannya mempertahankan sekaligus memperbaiki kualitas ekosistem di 21 kantong habitat gajah yang tersisa.

Salah satu strategi utama yang disiapkan pemerintah adalah pembangunan koridor satwa untuk menghubungkan kantong-kantong habitat yang terfragmentasi akibat alih fungsi lahan maupun aktivitas ilegal.

Menurut dia, pemerintah juga akan memperkuat basis data konservasi melalui Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK), termasuk menetapkan target peningkatan populasi gajah secara terukur dalam beberapa tahun mendatang.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index