Mahasiswi UNS Rasakan Manfaat JKK, Bukti Nyata Pentingnya Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Mahasiswi UNS Rasakan Manfaat JKK, Bukti Nyata Pentingnya Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Wagub Jateng Taj Yasin saat melepas mahasiswa KKN Tematik yang didukung kepesertaan BPJS ketenagakerjaan di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-BPJS Ketenagakerjaan

Solo,sorotkabar.com - Program jaminan sosial ketenagakerjaan kembali dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa.

Salah satunya dialami oleh mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Isykarima Hanif Butsainah yang mendapatkan manfaat dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan setelah mengalami risiko kecelakaan dalam kegiatan di luar kampus.

Direktur Akademik Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof. Sigit Prastowo, menyampaikan perlindungan bagi mahasiswa, khususnya saat menjalankan aktivitas di luar lingkungan kampus, menjadi hal yang sangat penting.

“Pelindungan mahasiswa di luar kampus, seperti kegiatan di masyarakat maupun magang, memiliki risiko yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan menjadi sangat penting karena memberikan rasa aman dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan studi mahasiswa,” ujarnya.

Ia menambahkan UNS telah menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan bagi mahasiswa yang menjalankan kegiatan di luar kampus.

“Ini merupakan bentuk mitigasi risiko yang nyata. Dengan adanya perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan, mahasiswa dapat menjalankan kegiatan dengan lebih tenang karena telah terlindungi,” imbuhnya.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta Teguh Wiyono menegaskan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya penting bagi pekerja formal, tetapi juga bagi mahasiswa yang aktif dalam kegiatan produktif di luar kampus.

Kecelakaan kerja yang menimpa Isykarima terjadi saat yang bersangkutan sedang dalam perjalanan untuk mencari kebutuhan praktik kerja di area belakang kampus Universitas Sebelas Maret (UNS).

Peristiwa tersebut terjadi ketika Isykarima tengah menjalankan aktivitas yang berkaitan langsung dengan kegiatan praktiknya, sehingga kejadian ini termasuk dalam kategori risiko kecelakaan kerja yang terjadi dalam rangka pelaksanaan tugas praktik lapangan.

“Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan magang, KKN, maupun pengabdian kepada masyarakat memiliki risiko kerja yang nyata. Melalui program BPJS Ketenagakerjaan, kami memastikan bila mengalami resiko kecelakaan yang terkait dengan aktifitasnya, maka seluruh biaya pengobatan hingga dinyatakan sembuh sesuai indikasi medis akan ditanggung penuh oleh BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Ia menambahkan perlindungan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran akan pentingnya jaminan sosial sejak dini.

“Kami ingin menanamkan awareness kepada generasi muda bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan kebutuhan dasar dalam setiap aktivitas kerja. Dengan demikian, mereka akan lebih siap dan terlindungi saat memasuki dunia kerja nantinya,” katanya.

Kasus yang dialami Isykarima menjadi bukti nyata pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mahasiswa. Selain memberikan jaminan atas risiko kecelakaan, program ini juga memastikan proses pemulihan berjalan optimal sehingga mahasiswa dapat kembali melanjutkan aktivitas akademiknya tanpa beban berlebih.

Dengan adanya kolaborasi antara UNS dan BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang terlindungi, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mitigasi risiko sejak dini di lingkungan pendidikan tinggi.

Sementara itu, Iriana Indrawati orang tua Isykarima mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas manfaat yang telah diberikan.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan. Manfaatnya sangat terasa ketika terjadi risiko seperti yang dialami oleh putri kami. Ini sangat membantu kami sebagai orang tua,” ungkapnya.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index