endikdasmen Kucurkan Rp 2,1 Miliar Bangun Ulang SDN Sinuian Minahasa

endikdasmen Kucurkan Rp 2,1 Miliar Bangun Ulang SDN Sinuian Minahasa
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. (Beritasatu.com/Candle H Rogaga)

Minahasa,sorotkabar.com — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan melalui program revitalisasi sekolah.

Salah satu prioritasnya adalah pembangunan kembali SD Negeri Sinuian di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, yang mengalami kerusakan parah akibat bencana.

Dalam kunjungan kerja ke Sulawesi Utara, Rabu (22/4/2026), Abdul Mu'ti melakukan peletakan batu pertama pembangunan sekolah tersebut. Program ini merupakan bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.

"SD ini (Sinuian) memenuhi semua kriteria prioritas kami. Terkena dampak bencana puting beliung, berada di wilayah yang mendekati kriteria 3T, dan kondisinya rusak berat. Karena sudah tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar, maka kami bangun baru di tahun 2026 ini," ujar  Mu'ti.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,13 miliar untuk pembangunan SDN Sinuian. Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi total enam ruang kelas, ruang administrasi, perpustakaan, pembangunan toilet, serta penataan lingkungan sekolah.

Gedung baru direncanakan akan dibangun dua lantai agar lebih representatif. Abdul Mu'ti menjelaskan, proyek ini menggunakan sistem swakelola agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, sistem swakelola ini melibatkan kepala sekolah, mitra, dan konsultan pengawas. Dengan cara ini, kita bisa menyerap tenaga kerja lokal dan bahan bangunan dibeli dari toko-toko di sekitar sekolah, sehingga ekonomi lokal bergerak," ujarnya.

Selain di Sulawesi Utara, program revitalisasi tahun 2026 juga akan difokuskan pada sekolah-sekolah di daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta wilayah 3T lainnya.

Kepala Sekolah SDN Sinuian, Nonie Tombeng, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa kondisi sekolah sudah tidak layak selama lima tahun terakhir, terutama setelah terdampak puting beliung.

"Jika cuaca mendung atau mulai hujan, anak-anak terpaksa kami suruh pulang. Sebab kalau hujan, air langsung masuk ke dalam kelas. Kondisi ini sangat memprihatinkan," kata Nonie.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index