Singapura,sorotkabar.com – Kilang independen China mulai membeli minyak Iran dengan harga premium terhadap acuan Brent untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan ini terjadi setelah harga minyak global melemah serta adanya ekspektasi peningkatan permintaan dari India.
India dilaporkan akan menerima kargo minyak Iran pertamanya dalam tujuh tahun terakhir, setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan keringanan sementara terhadap sanksi minyak Iran di laut, menyusul dampak konflik di Timur Tengah.
Dilansir dari Reuters, minyak Iran umumnya diperdagangkan dengan diskon terhadap Brent akibat sanksi internasional. Kilang independen China, yang dikenal sebagai teapots, menjadi pembeli utama minyak tersebut.
Sumber perdagangan menyebutkan, setidaknya dua kilang di Dongying, pusat industri kilang independen di provinsi Shandong, membeli minyak jenis Iranian Light dengan harga premium sekitar US$ 1,50 hingga US$ 2 per barel terhadap ICE Brent pada awal pekan ini. Kondisi ini berbanding terbalik dengan sebelumnya, di mana minyak Iran diperdagangkan dengan diskon sekitar US$ 10 per barel sebelum konflik terjadi.
Kargo minyak tersebut saat ini berada di perairan dekat China dan dijadwalkan dikirimkan pada bulan ini. Salah satu sumber menyebutkan, ini merupakan pertama kalinya sejak 2022 kilang independen membeli minyak Iran dengan harga premium terhadap Brent.
Permintaan meningkat setelah harga minyak Brent sempat turun 13% hingga di bawah US$ 100 per barel pada Rabu (9/4/2026), menyusul pengumuman gencatan senjata konflik di Timur Tengah. Harga kemudian rebound sekitar 1% pada Kamis (10/4/2026), di tengah lalu lintas di Selat Hormuz yang masih terbatas.
Pemerintah China juga menaikkan batas atas harga bahan bakar domestik, yakni bensin sebesar 420 yuan dan solar sebesar 400 yuan per metrik ton. Kebijakan ini turut meningkatkan margin kilang independen, seiring biaya bahan baku yang lebih rendah dan harga jual yang lebih tinggi.
Kondisi tersebut mendorong kilang untuk mencari pasokan minyak Iran guna pengiriman cepat. Di sisi lain, otoritas perencanaan China meminta kilang independen untuk tidak menurunkan tingkat pengolahan di bawah rata-rata dua tahun terakhir demi menjaga pasokan energi domestik.(*)