Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz Jika AS Lancarkan Serangan Darat

Iran Ancam Tutup Total Selat Hormuz Jika AS Lancarkan Serangan Darat
EPA/StringerSebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran , 1 Maret 2026.

Teheran,sorotkabar.com -- Seorang pejabat senior Iran dikutip Tasnim, Jumat (28/3/2026) mengatakan, Iran akan menutup total Selat Hormuz jika Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan darat guna merebut selat tersebut. 

Saat ini, Iran menerapkan kebijakan selektif terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

"Operasi militer apapun oleh musuh di Selat Hormuz akan berujung pada blokade penuh untuk periode tak terbatas. Jika AS memutuskan untuk melancarkan serangan darat terhadap Iran, Teheran akan memiliki hak penuh merespons untuk mengeliminasi ancaman," demikian keterangan pejabat itu.

Iran saat ini mempersilakan kapal-kapal dari negara tak terlibat agresi untuk melintas, sambil membatasi kapal yang terkait dengan negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran. Sejauh ini ada beberap negara yakni China, India, Turki, Pakistan, Thailand, dan Malaysia yang telah berkoordinasi atau bernegosiasi langsung dengan otoritas Iran agar bisa melintas secara aman.

Menurut Lloyd’s List Intelligence, dilansir bne Intellinews, Selasa, jumlah kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz terus bertambah seiring dengan penerapan sistem pembayaran tol yang diterapkan Iran. Kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz diarahkan ke wilayah perairan Iran lwa sebuah rute yang disebut sebagai "Stan Tol Teheran' yang meninggalkan dua jalur internasional di tengah selat yang biasa dilalui kapal-kapal komersial. 

Pada Selasa, setidaknya ada 20 kapal yang telah bergerak mengambil jalur antara pulau Qeshm dan Larak seperti yang diarahkan oleh otoritas Iran. Analis dari Lloyd’s List Intelligence mengungkapkan bahwa sedikitnya 16 kapal transit di Selat Hormuz sejak 20 Maret, di mana 12 kapal berlayar melalui koridor yang dikontrol Iran.

Setidaknya dua kapal diketahui telah membayar tol ke Iran, di mana satu kapal dilaporkan membayar sekitar 2 juta dolar AS. Koridor itu saat ini diawasi oleh IRGC yang melakukan verifikasi terhadap detail kapal, dan untuk beberapa kasus, menerapkan tarif tol untuk transit.

Parlemen Iran, dilaporkan Fars dan Tasnim dilansir Al Jazeera, Kamis (26/3/2026), tengah menyiapkan rancangan undang-undang (RUU) sebagai dasar penarikan tarif tol bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Laporan dua media Iran mengutip juru bicara dari Komite Hubungan Sipil Parlemen menyebutkan, bahwa RUU segera difinalisasi oleh tim hukum legislasi.

"Menurut rencana, Iran harus mengoleksi tarif untuk memastikan keamanan dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz," ujar salah seorang pejabat.

"Ini sangat alamiah. Sama seperti koridor-koridor lain, saat barang (impor) masuk ke sebuah negara, ada bea yang dibayar; Selat Hormuz juga merupakan sebuah koridor. Kami memastikan keamanannya, dan adalah alamiah bagi kapal-kapal dan tanker membayar bea itu," kata pejabat tadi menambahkan.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index