Pekanbaru,sorotkabar.com – Kontestasi pemilihan Calon Rektor Universitas Riau periode 2026-2030 semakin menarik perhatian publik. Hingga hari terakhir pendaftaran, tercatat delapan nama resmi mendaftar untuk memperebutkan posisi strategis tersebut.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unri, Prof Dr Jimmi Copriady, MSi, mendaftar Kamis (7/5/2026). Jimmi didampingi belasan pendukung lintas fakultas, termasuk mantan Dekan FKIP, Dr Isjoni, Prof M Nur Mustafa, dan Dr Hendri Marhadie. Jimmi mengusung visi menjadikan Unri sebagai perguruan tinggi negeri yang unggul dan bermartabat sesuai Visi Misi Unri 2035.
"Fokus program kami meliputi kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media," urai Jimmi. Ia juga menekankan penguatan riset dan inovasi berdampak, layanan akademik adaptif, Good University Governance, ekosistem talenta prospektif, dan internasionalisasi.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra, SH MH, mendaftar Jumat (8/5/2026). Mexsasai hadir bersama Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr Yuana Nurulita, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof Dr Hermandra, MA, serta Wakil Rektor IV, Dr Sofian Siregar.
"Visi kami menjadikan Unri sebagai jantung hati masyarakat Riau yang memberikan dampak nyata," papar Mexsasai. Ia ingin mewujudkan kampus berdampak sesuai arah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pengalaman sebagai Sekretaris Program Studi, Wakil Dekan Akademik, Dekan Fakultas Hukum, hingga Wakil Rektor Akademik menjadi modal utamanya.
Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unri, Prof Dr Iwantono, MPhil, mendaftar Senin (11/5/2026). Ia didampingi sejumlah dosen, termasuk Prof Irwan Effendy. Pria kelahiran Cirebon, 25 Maret 1969 ini merupakan lulusan strata satu Unri serta strata dua dan tiga di Inggris. Ini merupakan kali kedua mantan Wakil Rektor Unri periode 2022 tersebut maju sebagai calon rektor.
Mantan Dekan Fakultas Hukum Unri, Prof Dr Firdaus, SH MH, diantar langsung oleh tokoh masyarakat Riau dan mantan pejabat Pemerintah Provinsi Riau seperti Ahmad Shah Harrofie, Joni Irwan, dan Zulkarnain Kadir. Turut hadir mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Dina Wati, dan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau, Zulkarnaen.
Firdaus membawa visi menjadikan Unri mandiri berdampak global menuju Indonesia Emas 2045. Fokus programnya adalah Catur Mandiri Berdampak Global yang dioperasionalkan dalam Asta Mandiri Unri dengan menekankan perubahan nyata dan terukur.
Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FMIPA Unri, Prof Dr Elfizar, SSi MKom, ikut mendaftar Senin (11/5/2026). Visi utamanya adalah mengembalikan kejayaan Unri menuju kampus terbaik di Sumatera.
"Pembenahan tata kelola serta pelayanan prima untuk dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas," jelas Elfizar. Ia juga bertekad memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, daerah, dan mitra strategis.
Wakil Dekan I Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri, Prof Dr Nofrizal, SPi MSi, turut meramaikan bursa pencalonan. Guru Besar Bidang Teknologi Penangkapan Ikan yang dikukuhkan 12 Oktober 2022 ini lahir di Taluk Kuantan, 25 November 1974. Nofrizal merupakan alumni strata satu FPK Unri 1998, strata dua Institut Pertanian Bogor 2002, dan strata tiga Tokyo University Japan 2009.
Dekan Fakultas Teknik Unri 2025-2029, Prof Ahmad Fadli, ST MT PhD, menjadi pendaftar selanjutnya. Tokoh yang dilantik 10 April 2025 oleh Rektor, Prof Sri Indarti, ini menyelesaikan pendidikan strata satu Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, strata dua Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada, dan strata tiga Materials Engineering International Islamic University Malaysia.
Fokus program Ahmad mencakup delapan strategi transformasi menuju kampus berstandar internasional, termasuk Unri-RIC Hub, Unri-SDC 5.0, dan internasionalisasi.
Akademisi STIE Perbanas Jakarta dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Jakarta, Aldrin Herwany, SE MM PhD, menjadi satu-satunya kandidat dari luar Unri. Pria kelahiran Tanjung Karang tahun 1969 ini pernah maju sebagai Calon Rektor Universitas Padjadjaran 2019-2024. Mantan Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jawa Barat 2015-2018 sekaligus Doktor Ilmu Ekonomi International Islamic University Malaysia ini dikenal luas sebagai peneliti ekonomi.
"Antusiasme sivitas akademika dan masyarakat sangat kami apresiasi. Ramainya kandidat menunjukkan Unri semakin diperhitungkan sebagai institusi pendidikan tinggi nasional," ujar perwakilan Panitia Pemilihan Rektor Unri.
Tahapan selanjutnya mencakup verifikasi administrasi, penetapan bakal calon rektor, penyampaian visi misi, hingga pemilihan oleh senat dan menteri. Kehadiran delapan pendaftar membuat proses pemilihan diperkirakan berlangsung dalam dua tahap.(*)