Inggris Tuduh China Gerakkan Spionase di London, Beijing: Ini Manipulasi Politik

Inggris Tuduh China Gerakkan Spionase di London, Beijing: Ini Manipulasi Politik
Menteri Keamanan Inggris Dan Jarvis

Jakarta,sorotkabar.com - Ketegangan diplomatik Inggris dan China kembali memanas setelah pengadilan London memvonis dua pria bersalah dalam kasus spionase yang disebut terkait langsung dengan operasi intelijen Hong Kong dan pada akhirnya Beijing. Kasus ini menyibak tabir dugaan jaringan pengawasan rahasia terhadap aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang hidup dalam pengasingan di Inggris.

Pemerintah Inggris langsung bereaksi keras. Menteri Keamanan Inggris Dan Jarvis mengatakan aktivitas kedua pria tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Inggris. London bahkan memutuskan memanggil Duta Besar China untuk menyampaikan protes resmi atas dugaan operasi mata-mata di wilayah Inggris.

“Aktivitas yang dilakukan kedua pria ini atas nama China merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan kami dan tidak akan pernah ditoleransi,” kata Jarvis, sebagaimana diberitakan sejumlah media Barat pada Jumat (8/5/2026).

Kasus ini menyeret nama mantan kepala kepolisian Hong Kong Bill Yuen, 65 tahun, yang disebut menjalankan operasi pengawasan dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Hong Kong (HKETO) di pusat kota London. Pengadilan Old Bailey mendengar bahwa Yuen merekrut petugas Border Force Inggris Peter Wai serta sejumlah orang lain, termasuk mantan anggota Royal Marine Matthew Trickett, untuk menjalankan operasi intelijen terhadap para pembangkang Hong Kong di Inggris.

Jaksa menyebut jaringan tersebut melakukan kampanye pengawasan, intimidasi, hingga upaya infiltrasi terhadap gerakan pro-demokrasi Hong Kong. Para aktivis bahkan disebut dijuluki “kecoa” dalam operasi tersebut.

Peter Wai, yang sebelumnya pernah bertugas di Kepolisian Metropolitan dan kemudian bekerja di Border Force Bandara Heathrow, dinyatakan bersalah membantu badan intelijen asing berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional Inggris. Ia juga terbukti menyalahgunakan akses basis data Kementerian Dalam Negeri Inggris untuk mencari informasi terkait target-target operasi.

Pengadilan mengungkap bahwa Wai dan Trickett menjalankan perusahaan keamanan swasta bernama D5 Security. Melalui jaringan itu, mereka disebut membuntuti aktivis, merekam aktivitas demonstrasi, hingga melacak transaksi dan kehidupan pribadi target operasi.

Nama sejumlah aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang kini tinggal di Inggris muncul dalam dokumen pengawasan tersebut, termasuk Christopher Mung dan Nathan Law. Dalam salah satu operasi yang disebut “Operasi Hong Kong”, Wai dan Trickett diperintahkan memantau Nathan Law saat menghadiri acara di Oxford Union.

Christopher Mung mengatakan dirinya baru menyadari menjadi target operasi mata-mata setelah kasus tersebut terungkap di pengadilan. Ia mengaku kini hidup dalam ketakutan dan harus memasang kamera pengawas serta membawa alarm pribadi demi keselamatan keluarganya.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index