Iran Bantah Trump Soal Izinkan Kapal Tanker Lewat Hormuz: Pernyataan Palsu

Iran Bantah Trump Soal Izinkan Kapal Tanker Lewat Hormuz: Pernyataan Palsu
Kapal Tanker Tertahan di Selat Hormuz. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)

Iran, sorotkabar.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim Iran memberikan hadiah dengan mengizinkan sejumlah kapal melintasi selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran menuding Trump melakukan kebohongan.

"Pagi ini, menyusul pernyataan palsu dari Presiden AS yang korup yang mengklaim bahwa Selat Hormuz terbuka, tiga kapal kontainer dari berbagai negara bergerak menuju koridor yang ditentukan untuk lalu lintas kapal yang diizinkan, tetapi dipulangkan kembali setelah peringatan dari Angkatan Laut IRGC," kata Korps Garda dalam sebuah unggahan di media sosial, dikutip CBS News, Jumat (27/3/2026).

Angkatan Laut IRGC menegaskan kembali kalau selat Hormuz ditutup. Disebutkan jika ada yang mencoba melintas makan akan menghadapi tindakan tegas.

"Selat Hormuz ditutup dan setiap lalu lintas yang melewatinya akan menghadapi tanggapan keras," ujar IRGC.

"Perjalanan kapal apa pun 'ke dan dari' pelabuhan milik sekutu dan pendukung musuh Zionis-Amerika, ke tujuan mana pun dan melalui koridor mana pun, dilarang," sambungnya.

Dikutip Reuters, Trump mengklaim pada Kamis kemarin bahwa Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai isyarat niat baik dalam negosiasi. Trump menyampaikan komentar tersebut dalam rapat Kabinet di Gedung Putih, menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang sebelumnya ia gambarkan sebagai 'hadiah' dari Iran.

"Mereka bilang, untuk menunjukkan kepada Anda bahwa kami nyata dan solid dan kami ada di sana, kami akan memberi Anda delapan kapal minyak, delapan kapal, delapan kapal besar berisi minyak," kata Trump.

"Saya kira mereka benar, dan kapal-kapal itu nyata, dan saya pikir kapal-kapal itu berbendera Pakistan... Ternyata jumlahnya menjadi 10 kapal," ucap Trump.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index