Menpar Imbau Masyarakat tak Buang Sampah di Destinasi Wisata

Menpar Imbau Masyarakat tak Buang Sampah di Destinasi Wisata
Republika/Thoudy BadaiMenteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di seluruh destinasi wisata. (ilustrasi)

Jakarta,sorotkabar.com -- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di seluruh destinasi wisata guna menjaga kebersihan dan meningkatkan kenyamanan berwisata.

“Tidak membuang sampah sembarangan adalah salah satu upaya untuk menjaga kenyamanan berwisata. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan destinasi wisata,” kata Widiyanti beberapa waktu lalu.

Widiyanti menekankan kebersihan merupakan salah satu aspek yang paling disorot oleh wisatawan. Tidak membuang sampah sembarangan menjadi langkah penting untuk menjaga citra Indonesia tetap positif di mata dunia.

Menurutnya, pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat untuk mempromosikan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata saat ini mengintensifkan kegiatan visitasi ke sejumlah destinasi wisata di Tanah Air guna memperkuat promosi sekaligus memastikan kesiapan destinasi menjelang libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026.

Peninjauan langsung dilakukan untuk memastikan kesiapan pengelolaan kawasan wisata serta mendorong promosi yang lebih luas. “Kami melakukan visitasi ke 165 titik, baik oleh saya, Wakil Menteri, para deputi, politeknik pariwisata, maupun badan otorita di bawah naungan Kemenpar. Kami memastikan semuanya turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Langkah ini penting untuk melihat kesiapan pengelola destinasi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Peninjauan difokuskan pada aspek kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan keselamatan guna memberikan pengalaman wisata yang berkualitas.

Ia menambahkan, Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta juga menekankan pentingnya peninjauan langsung ke destinasi pariwisata serta penguatan promosi potensi wisata Indonesia secara lebih masif.

“Banyak persiapan yang sudah dilakukan Kemenpar, mulai dari rapat koordinasi hingga memastikan pemerintah daerah dan pengelola destinasi melakukan berbagai langkah kesiapan menghadapi lonjakan wisatawan,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Widiyanti juga didampingi finalis Abang-None Jakarta 2025 untuk mempromosikan daya tarik wisata Jakarta. Ia mengunjungi sejumlah ruang publik kreatif yang berkembang menjadi destinasi wisata perkotaan, seperti Taman Bendera Pusaka, M Bloc Space, Taman Literasi, serta kawasan Melawai yang dikenal sebagai pusat kuliner.

Widiyanti menilai kawasan-kawasan tersebut menjadi contoh bagaimana ruang kota dapat berkembang menjadi destinasi wisata menarik, khususnya bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman wisata perkotaan.

Selain itu, wisatawan juga dapat memperoleh berbagai informasi mengenai destinasi dan inspirasi perjalanan melalui laman resmi promosi pariwisata Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga dan mempromosikan pariwisata nasional. Partisipasi publik dinilai penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas sekaligus memperkuat citra positif pariwisata Indonesia.

Pengelolaan Sampah di Rest Area 

Tak hanya di kawasan wisata, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono juga meminta pengelola rest area di Tol Trans Jawa untuk mempercepat perbaikan pengelolaan sampah.

Dalam pernyataan di Jakarta, beberapa waktu lalu, Diaz yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup melakukan peninjauan guna melihat perkembangan penyelesaian sanksi paksaan pemerintah di sejumlah titik rest area. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan timbulan sampah akibat lonjakan jumlah pemudik.

“Kami ingin melihat progres sanksi administrasi yang disampaikan oleh KLH, karena tenggat waktunya pada Mei. Tolong dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar sampah bisa dikelola. Jika belum ada upaya pemilahan oleh masyarakat, dapat berkoordinasi dan didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup terdekat agar segera terselesaikan,” ujarnya.

Sanksi paksaan pemerintah sebelumnya diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kepada sejumlah rest area setelah peninjauan pada periode libur Natal dan Tahun Baru. Sanksi tersebut ditujukan bagi lokasi yang belum memenuhi standar pengelolaan sampah sesuai ketentuan KLH/BPLH.

Dalam peninjauan tersebut, Diaz mengunjungi beberapa titik rest area di Tol Trans Jawa, antara lain Rest Area KM 487 A di Kabupaten Boyolali, KM 519 A di Kabupaten Sragen, KM 725 A di Kabupaten Gresik, serta KM 754 A di Kabupaten Sidoarjo, Minggu (15/3/2026).

Selain mengevaluasi sanksi, Diaz menekankan pentingnya pemilahan sampah, khususnya sampah organik yang dominan di rest area. “Jangan sampai sampah tercampur. Jika banyak restoran, limbah organik pasti lebih banyak, sehingga harus ada pemilahan,” katanya.

Untuk memperkuat pengelolaan sampah, Diaz juga mengajak para pemudik untuk ikut memilah sampah dengan memanfaatkan fasilitas tempat sampah terpilah yang telah disediakan.

Sebagai bentuk dukungan, ia turut membagikan kotak makan (lunch box) dan tumbler kepada pemudik agar dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di area rest area.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index