Ekspor Perikanan Turun 41 Persen Imbas Perang Iran

Ekspor Perikanan Turun 41 Persen Imbas Perang Iran
Ilustrasi Industri Perikanan (suara pembaruan/suara pembaruan)

Jakarta,sorotkabar.com – Kinerja ekspor produk perikanan Indonesia mengalami penurunan signifikan akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah, terutama perang Iran. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat volume ekspor turun 41,35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, mengatakan selain volume, nilai ekspor juga mengalami penurunan sebesar 21,71%.

“Dari sisi volume memang terkendala karena rantai pasok terdampak eskalasi, seperti perubahan rute pengiriman, tambahan biaya logistik, serta keterbatasan kontainer dan mother vessel, yang berkontribusi terhadap kenaikan harga produk,” ujar Ishartini dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan, gangguan rantai pasok global menjadi faktor utama yang menekan kinerja ekspor perikanan nasional, meskipun permintaan dari pasar internasional relatif masih stabil.

Hal tersebut tercermin dari permohonan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang tetap berjalan dan dilayani.

Sementara itu, KKP mencatat nilai ekspor produk perikanan sejak awal tahun hingga pertengahan Maret 2026 atau menjelang Lebaran mencapai US$ 983,1 juta atau sekitar Rp 16,7 triliun, dengan volume ekspor mencapai 197.718 ton hingga 13 Maret 2026.

Capaian tersebut diperoleh berdasarkan penerbitan SMKHP yang menjadi standar keamanan pangan di 140 negara mitra dagang.

Adapun sepuluh komoditas unggulan meliputi udang vaname, tuna, cumi-cumi, rajungan, rumput laut, cakalang, kepiting, udang windu, ikan layur, serta gurita.

Negara dengan penyerapan terbesar produk perikanan Indonesia antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, Vietnam, Thailand, Malaysia, Australia, Arab Saudi, dan Singapura.

Untuk meredam dampak tekanan global, KKP akan mendorong peningkatan penyerapan produk perikanan di dalam negeri.

Selain itu, komunikasi intensif juga dilakukan dengan otoritas negara mitra serta para pemangku kepentingan di dalam negeri guna menjaga stabilitas perdagangan di tengah dinamika global.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index