Harga Minyakita di Pasar Kodim Pekanbaru Tembus Rp22 Ribu, Pemkot Diminta Turun Tangan

Harga Minyakita di Pasar Kodim Pekanbaru Tembus Rp22 Ribu, Pemkot Diminta Turun Tangan
Harga Minyakita di Pasar Kodim Pekanbaru Tembus Rp22 Ribu, Pemkot Diminta Turun Tangan

Pekanbaru,sorotkabar.com – Harga minyak goreng bersubsidi merek Minyakita di sejumlah pasar tradisional Kota Pekanbaru melonjak tajam melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Kenaikan drastis ini sangat dirasakan para pembeli dan penjual di Pasar Kodim dengan harga jual mencapai Rp21 ribu hingga Rp22 ribu per liter.

Keterbatasan pasokan disinyalir menjadi pemicu utama lonjakan harga yang sudah berlangsung selama tiga pekan terakhir. Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar se-Pekanbaru, Indra Mulyadi, membenarkan keluhan dari lapangan terkait minimnya stok barang yang didistribusikan kepada para pedagang.

"Untuk Minyakita 1 liter di Pasar Kodim sekarang sudah Rp21 ribu sampai Rp22 ribu. Ini sudah terjadi sekitar tiga minggu terakhir," urai Indra kepada GoRiau.com melalui sambungan seluler, Kamis (7/5/2026).

Laporan yang dihimpun dari para pedagang memunculkan dugaan adanya praktik penahanan distribusi oleh sejumlah perusahaan. Hal ini mengakibatkan aliran barang ke pasar tradisional semakin tersendat dan memicu kelangkaan.

"Pedagang melaporkan jatah barang yang datang makin sedikit. Ada dugaan perusahaan-perusahaan bermain dan melakukan penahanan barang, sehingga stok langka dan harga naik," ungkapnya.

Menyikapi kondisi yang merugikan ini, Indra mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru segera melakukan intervensi guna menstabilkan harga sekaligus membenahi rantai distribusi. Ia juga menuntut pelibatan langsung organisasi pedagang agar data pemantauan di lapangan lebih akurat.

"Kami berharap pemerintah kota memberi ruang kepada perkumpulan pedagang untuk memberikan informasi langsung supaya data yang dihimpun lebih komprehensif," tambahnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru sejatinya telah mengumpulkan para distributor minyak goreng 27 April 2026 lalu untuk menelusuri akar masalah lonjakan harga tersebut. Sayangnya, hingga pekan pertama Mei, harga minyak goreng bersubsidi ini tetap bertengger tinggi.

Krisis pasokan turut melanda Pasar Selasa, Simpang Baru. Pedagang eceran, Yuni, mengeluhkan jatah yang diterimanya jauh di bawah angka permintaan, yakni hanya 15 karton dari total pesanan 30 karton kepada pihak distributor.

"Barangnya nggak tentu kapan masuk, tergantung distributor nelpon," keluh Yuni, Senin (4/5/2026).

Akibat keterbatasan tersebut, harga Minyakita ukuran 1 liter di lapaknya naik menjadi Rp20 ribu. Sementara untuk kemasan 2 liter terpaksa dijual di angka Rp42 ribu.

Pemandangan serupa terlihat di Pasar Cik Puan. Pantauan Kamis (7/5/2026) menunjukkan harga Minyakita ukuran 1 liter dibanderol Rp18 ribu dan Rp38 ribu untuk ukuran 2 liter. Angka ini jelas menabrak aturan HET dari pemerintah pusat yang mematok Rp15.700 per liter.

Kelangkaan barang mulai berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang semakin menurun. "Sekarang minyak goreng mulai langka, makanya harganya ikut naik menyesuaikan kondisi di lapangan," sebut pedagang Pasar Cik Puan, Akbar.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index