Teheran,sorotkabar.com – Pasukan militer Amerika Serikat (AS) melaporkan pada Selasa (17/3/2026) waktu setempat mereka berhasil menggempur situs rudal Iran di dekat Selat Hormuz dengan menggunakan beberapa amunisi penetrator seberat 5.000 pound atau sekitar 2,5 ton yang termasuk beberapa bom terkuat dalam aset militer AS.
"Pasukan AS berhasil menggunakan beberapa amunisi penetrator dalam seberat 5.000 pound pada situs rudal Iran yang diperkuat di sepanjang garis pantai Iran dekat Selat Hormuz," kata Komando Pusat dalam sebuah pernyataan di akun X resmi, dikutip dari Le Monde France, Rabu (18/3/2026).
Menurut pernyataan tersebut, rudal jelajah anti-kapal Iran di situs-situs ini menimbulkan risiko bagi pelayaran internasional di Selat Hormuz. Serangan ini dilakukan setelah Iran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur air strategis yang dilewati seperlima distribusi minyak dunia sebagai aksi balasan terhadap operasi militer gabungan AS dan Israel.
Berdasarkan laporan Air Force Times pada 2022, bom penetrator yang digunakan diperkirakan berharga sekitar US$ 288.000 atau sekitar Rp 4,8 miliar per buahnya. Namun, bom ini masih lebih ringan dibandingkan bom seberat 30.000 pound atau sekitar 13.600 kilogram yang digunakan AS untuk mengebom fasilitas nuklir Iran pada 2025.
Sementara itu, di dekat Tel Aviv, Israel melaporkan dua orang tewas akibat serangan rudal Iran pada Rabu (18/3/2026). Serangan tersebut menambah jumlah korban rudal Iran menjadi 14 orang, terjadi setelah satu hari sebelumnya Israel melakukan pengeboman besar terhadap di Iran dan Lebanon. Tim tanggap darurat Magen David Adom menyatakan, korban tewas berada di Ramat Gan, sebuah kota dekat pusat perdagangan Tel Aviv. (*)