Jakarta,sorotkabar.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri meskipun harga minyak dunia sedang bergejolak.
Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan berfungsi sebagai peredam gejolak ekonomi global agar lonjakan harga energi tidak langsung berdampak pada daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi nasional.
Purbaya menjelaskan hingga saat ini kondisi fiskal pemerintah masih cukup kuat. Karena itu, pemerintah belum melihat kebutuhan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait batas defisit APBN.
“Enggak, kita tidak akan menaikkan harga BBM. Fungsi fiskal adalah menjadi shock absorber dari gejolak global,” ujar Purbaya saat ditemui awak media di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan jika harga minyak dunia naik dan pemerintah langsung menaikkan harga BBM domestik, dampaknya akan cepat dirasakan masyarakat melalui kenaikan biaya hidup, penurunan daya beli, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, pemerintah memilih menahan dampak kenaikan harga energi terlebih dahulu melalui APBN.
“Jadi, di-absorb dahulu oleh APBN, pemerintah. Jadi, di luar enggak ada gejolak berarti, kan, sekarang? Karena pemerintah meng-absorb kenaikan biayanya,” kata Purbaya.
Menurutnya, APBN saat ini masih cukup kuat untuk menahan tekanan kenaikan harga minyak pada level saat ini. Namun pemerintah tetap mewaspadai fluktuasi harga energi global yang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Kalau sampai saat ini, kuat kalau segini saja, sih. Kecuali gini, itu kan fluktuatif sekali. Bisa aja naik ke level yang lebih tinggi. Kita harus siap keadaan itu, kalau itu kejadian,” ujarnya.
Purbaya juga menegaskan kenaikan harga minyak tidak selalu berarti tekanan terhadap APBN akan meningkat secara ekstrem. Hal ini karena kenaikan harga minyak sering kali diikuti kenaikan harga komoditas lain seperti batu bara dan nikel yang turut meningkatkan penerimaan negara.
“Gini, kalau minyak naik kan, batu bara naik, nikel juga naik, kita lihat net-nya berapa sih? Kenaikan beban anggarannya. Itu kan belum kelihatan sekarang, belum stabil, jadi kita belum lihat sampai sekarang,” jelasnya.
Meski pemerintah memastikan harga BBM tidak naik, pemerintah tetap menyiapkan langkah antisipasi dari sisi belanja negara jika tekanan global meningkat. Salah satu langkah awal yang dipertimbangkan adalah efisiensi anggaran di kementerian dan lembaga.
“Ada tadi diskusikan nanti kalau emang harga bahan bakar minyak (BBM) naik terus kan langkah pertama ya itu, efisiensi. Kita sudah persiapkan langkah-langkah yang diperlukan oleh kementerian/lembaga (KL) nanti,” kata Purbaya.(*)