Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan BBM di Australia

Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan BBM di Australia
Australia mulai mengalami kelangkaan BBM pasca konflik Timur Tengah. (The Guardian/Jay Kogler/AAP)

Sydney,sorotkabar.com - Puluhan SPBU di Australia dilaporkan kehabisan bensin, setelah lonjakan permintaan akibat kepanikan masyarakat menyusul konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga bahan bakar global.

Data pemerintah negara bagian New South Wales menunjukkan setidaknya 32 dari sekitar 3.000 stasiun pengisian bahan bakar kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar. Meski jumlahnya relatif kecil, kondisi tersebut berdampak besar pada kota-kota kecil yang hanya memiliki satu SPBU seperti dilansir dari Theguardian, Senin (16/3/2026).

Lonjakan permintaan ini dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap gangguan pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah. Situasi tersebut membuat banyak pengendara melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan.

Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns mengatakan pasokan bahan bakar sebenarnya masih cukup, namun distribusinya mengalami tekanan karena permintaan yang melonjak tajam.

“Akan lebih sulit untuk mengisi kembali SPBU jika jumlah bahan bakar yang keluar dari pompa melebihi perkiraan pada hari tertentu,” katanya.

Pemerintah Australia mengumumkan langkah darurat dengan menyuntikkan jutaan liter bensin tambahan ke dalam rantai pasokan nasional.

Selain itu, pemerintah juga melonggarkan standar kualitas bensin selama 60 hari untuk membantu menjaga ketersediaan bahan bakar.

Regulator energi juga mengizinkan perusahaan bahan bakar untuk sementara menjual bensin dengan spesifikasi lebih rendah serta melepaskan sebagian stok wajib mereka guna menambah pasokan, dengan prioritas untuk wilayah pedesaan.

Namun, sejumlah pihak menilai langkah tersebut belum cukup. Juru bicara organisasi otomotif National Roads and Motorists' Association, Peter Khoury, mengatakan regulator telah melewatkan peluang untuk menahan lonjakan harga.

“Kita sekarang berada di titik tertinggi yang permanen di kota-kota besar seperti Sydney, Melbourne, dan Brisbane,” katanya.

Data dari Informed Sources, menunjukkan harga bensin tanpa timbal bahkan telah melampaui 230 sen per liter di Darwin dan Melbourne dalam beberapa hari terakhir.

Kelangkaan juga mulai dirasakan di wilayah regional. Presiden Federasi Petani Victoria Brett Hosking mengatakan sejumlah kota kecil telah mengalami kekurangan bahan bakar.

Menurutnya, distribusi bahan bakar cenderung diprioritaskan ke wilayah yang dekat dengan pusat distribusi, sementara daerah pedesaan berisiko mengalami kekurangan lebih lama.

Di wilayah lain seperti Manjimup, beberapa stasiun pengisian bahan bakar juga dilaporkan kehabisan stok. Pemasok bahan bakar industri bahkan membatasi penjualan hingga 10.000 liter per pelanggan untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Situasi ini juga memicu kekhawatiran di sektor pertanian. Presiden NSW Farmers Xavier Martin mengatakan kelangkaan bahan bakar dapat mengganggu produksi pangan.

“Traktor dan truk menggunakan diesel, bukan bensin. Mesin pemanen membutuhkan ribuan liter bahan bakar setiap hari,” ujarnya.

Sementara itu, Wali kota Swan Hill Stuart King mengatakan lonjakan harga bahan bakar telah berdampak pada kehidupan masyarakat.

Menurutnya, harga bahan bakar di beberapa daerah bahkan naik sekitar 30% dalam dua minggu terakhir, memaksa sebagian warga menunda perjalanan dan aktivitas sosial.

Analisis dari e61 Institute menunjukkan lonjakan harga bensin diperkirakan paling berdampak pada rumah tangga berpenghasilan rendah yang mengalokasikan sekitar 10% pendapatan mereka untuk bahan bakar.

Meski demikian, pemerintah federal sejauh ini menolak usulan pemotongan pajak bahan bakar yang pernah diterapkan pada 2022 untuk meredam lonjakan harga energi.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index