Debut Veda Ega Pratama pada Moto3 Disorot Media Jerman

Debut Veda Ega Pratama pada Moto3 Disorot Media Jerman
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama disorot media Jerman akibat performa yang ciamik saat menembus posisi 5 besar pada balapan GP Thailand Moto3 di Burriram. (./Instagram Redbullrookiescup)

Jerman,sorotkabar.com – Penampilan pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama pada debutnya di ajang Moto3 yang menembus posisi lima besar mendapat sorotan media otomotif Jerman, Speedweek. 

Pembalap berusia 17 tahun itu tampil impresif pada seri pembuka Moto3 di Grand Prix Thailand yang digelar di Sirkuit Buriram.

Dalam laporan Speedweek, Jumat (13/3/2026), performa Veda Ega Pratama dinilai mengejutkan banyak pihak, terutama karena ia mampu bersaing dengan para pembalap papan atas pada balapan pertamanya di Kejuaraan Dunia Moto3.

Perjalanan Veda Ega Pratama menuju debut Moto3 dimulai sejak sesi tes pramusim di Jerez, Spanyol. Dalam uji coba tersebut, pembalap Indonesia yang dikontrak juara dunia kelas 250cc Hiroshi Aoyama di tim Honda Asia menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan.

Pada tes di Jerez, Veda berhasil mengungguli rival lamanya dari Spanyol, Brian Uriarte, dengan selisih sepersepuluh detik. Meski finis di posisi ke-17 dalam catatan waktu keseluruhan dan terpaut satu detik dari waktu tercepat, hasil tersebut dinilai sebagai fondasi yang baik bagi pembalap pendatang baru.

Performa Veda semakin mencuri perhatian saat sesi kualifikasi. Tanpa banyak pengalaman di Moto3, ia langsung berhasil menembus Q2 pada kualifikasi perdananya.

Pembalap Indonesia itu bahkan menempati posisi kelima, berada di antara pemenang GP Spanyol Máximo Quiles dari tim Aspar dan David Muñoz dari Intact GP, dengan selisih hanya sekitar 0,7 detik dari posisi terdepan.

Pada balapan utama Grand Prix Thailand, Veda kembali menunjukkan performa kompetitif. Setelah melakukan start yang solid, ia mampu bersaing dengan kelompok terdepan dan bahkan sempat merebut posisi ketiga pada lap keenam.

Namun, persaingan ketat dengan sejumlah pembalap seperti Adrián Fernández, Álvaro Carpe, Valentín Perrone, dan Brian Uriarte membuat posisi Veda terus berubah sepanjang balapan.

Kesalahan kecil pada sepertiga akhir balapan sempat membuatnya kehilangan peluang berada di barisan terdepan. Meski demikian, Veda mampu bangkit dan kembali menyalip Fernández sebelum akhirnya finis di posisi kelima.

Catatan lap tercepat Veda yaitu 1 menit 41,334 detik hanya terpaut 0,104 detik dari waktu terbaik milik pembalap Argentina, Perrone.

Hasil tersebut membuat Veda dianggap memiliki potensi setara dengan para pembalap muda yang menjadi kandidat kuat penantang gelar, termasuk Máximo Quiles.

Menariknya, pencapaian ini juga sejajar dengan prestasi pembalap binaan Marc Márquez, yang dinobatkan sebagai Rookie of the Year 2025 dan juga finis di posisi kelima pada debutnya di Moto3.

Seusai balapan, Veda tidak banyak berkomentar terkait penampilan impresifnya. Ia hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada tim atas dukungan yang diberikan sepanjang akhir pekan balapan.

Veda juga berhasil mengungguli rekan setimnya dari Jepang, Zen Mitani, yang juga menjalani musim debut di Moto3, dengan selisih hampir setengah menit.

Meski telah mengenal Sirkuit Buriram dari ajang Asia Talent Cup, performa Veda tetap dianggap luar biasa bagi seorang pembalap debutan di Kejuaraan Dunia Moto3.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index