Washington,sorotkabar.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu perbincangan hangat lewat pernyataan terbarunya mengenai perhelatan Piala Dunia 2026.
Setelah sebelumnya mengeluarkan komentar kontroversial yang menyarankan Timnas Iran untuk menjauh dari turnamen demi keselamatan nyawa mereka, Trump kini justru menjamin ajang empat tahunan tersebut akan menjadi kompetisi olahraga paling aman yang pernah ada.
Melalui platform Truth Social, pria berusia 79 tahun itu menegaskan kesiapan Amerika Serikat sebagai tuan rumah. Dalam pernyataan, setiap pemain bahkan penggemar akan dianggap selayaknya bintang selama Piala Dunia 2026 berlangsung di Amerika Serikat.
"Amerika Serikat sangat menantikan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA. Penjualan tiket 'menembus langit!' Ini akan menjadi Acara Olahraga Terbesar dan Tersaman dalam Sejarah Amerika. Semua Pemain, Ofisial, dan Penggemar akan diperlakukan seperti 'BINTANG' sebagaimana mestinya!" tulis Trump, dikutip dari Give Me Sport, Jumat (13/3/2026).
1. Trump Bersuara
Pernyataan terbaru Trump ini dianggap kontradiktif dengan unggahan sebelumnya. Di tengah konflik militer yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, Trump sempat menyarankan pasukan Team Melli –julukn Timnas Iran– untuk tidak ikut Piala Dunia 2026 demi alasan keselamatan.
"Tim Nasional Sepak Bola Iran dipersilakan ke Piala Dunia, tapi saya benar-benar tidak percaya pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi nyawa dan keselamatan mereka sendiri,” ungkap Donald Trump.
Komentar tersebut muncul setelah pecahnya agresi militer bulan lalu yang bertujuan memicu perubahan rezim di Iran. Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino mencoba meredam situasi setelah bertemu dengan Trump. Infantino mengklaim bahwa sang Presiden telah menegaskan kembali bahwa Timnas Iran dipersilakan untuk bertanding di turnamen di Amerika Serikat tersebut.
2. Respons Keras Iran
Di sisi lain, pihak Iran menunjukkan sikap yang terbelah namun keras. Menteri Olahraga Iran, Ahmad Doyanmali, sebelumnya sempat memberikan sinyal pengunduran diri sebagai bentuk protes atas tindakan pemerintah AS.
"Karena tindakan jahat yang dilakukan terhadap Iran, kami terpaksa berperang dua kali dalam delapan atau sembilan bulan, dan ribuan rekan senegara kami tewas. Oleh karena itu, kami tidak memiliki kemungkinan untuk berpartisipasi dalam keadaan seperti ini," tegas Doyanmali.
Namun, akun media sosial resmi Timnas Iran, TeamMelli, justru menyerang balik dan meminta Amerika Serikat yang seharusnya mundur karena dianggap tidak mampu menjamin keamanan sebagai tuan rumah. Mereka menegaskan kedaulatan FIFA atas turnamen ini melampaui kepentingan individu atau negara mana pun.
"Tentu saja, tidak ada yang bisa mengecualikan tim nasional Iran dari Piala Dunia; satu-satunya negara yang bisa dikecualikan adalah negara yang hanya menyandang gelar 'tuan rumah' namun tidak memiliki kemampuan untuk memberikan keamanan bagi tim-tim yang berpartisipasi dalam ajang global ini," tulis pernyataan di akun Instagram resmi mereka, @teammellifootball.
Timas Iran dijadwalkan bergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, dengan jadwal pertandingan yang seluruhnya berlangsung di Seattle dan Los Angeles. Mengingat turnamen tinggal menyisakan waktu 90 hari, dunia kini menunggu apakah diplomasi FIFA mampu memastikan seluruh kontestan bertanding dengan aman di tengah gejolak geopolitik yang sedang terjadi.