Kapal Tankernya Diserang, Irak Hentikan Operasi Terminal Minyak

Kapal Tankernya Diserang, Irak Hentikan Operasi Terminal Minyak
Ilustrasi Kapal Tanker. (PIS/Istimewa)

Baghdad,sorotkabar.com – Otoritas pelabuhan Irak menghentikan sementara operasional terminal minyak setelah serangan terhadap kapal tanker di dekat perairan negara tersebut.

Insiden ini terjadi saat krisis di Asia Barat memasuki hari ke-13 dan meningkatkan ketegangan di jalur perdagangan energi global.

Direktur Jenderal General Company for Ports of Iraq (GCPI) Farhan al-Fartousi mengatakan operasional pelabuhan minyak dihentikan sementara, sedangkan pelabuhan komersial tetap beroperasi.

“Operasi pelabuhan minyak dihentikan sementara, sementara pelabuhan komersial tetap berjalan,” ujar Farhan seperti dikutip kantor berita negara Irak.

Meski demikian, sejumlah kapal masih berada di area tunggu. Aktivitas bongkar muat tetap berlangsung di Pelabuhan Umm Qasr Utara dan Umm Qasr Selatan.

Keputusan tersebut diambil setelah sebuah kapal tanker yang mengangkut produk minyak mengalami insiden saat melakukan proses pemuatan. Kapal tersebut merupakan bagian dari pengiriman bahan bakar yang dipasok oleh State Organization for Marketing of Oil (SOMO) kepada Iraqi Oil Tankers Company.

Menurut Farhan, kapal tersebut berada di area ship-to-ship (STS) transfer ketika terjadi ledakan saat proses loading. Ia menambahkan salah satu kapal tanker kecil yang terlibat diketahui berbendera Malta.

Tim penyelamat perusahaan bersama unit angkatan laut yang berada di kawasan tersebut berhasil mengevakuasi 38 orang dari lokasi kejadian. Satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Kapal pemadam kebakaran khusus dari Pelabuhan Minyak Basra juga dikerahkan untuk memadamkan api di kedua kapal. Sementara itu, tim pencarian dan penyelamatan masih melakukan pencarian terhadap awak kapal yang dilaporkan hilang.

Sebelumnya, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengeluarkan peringatan darurat terkait insiden maritim serius di wilayah Teluk bagian utara yang melibatkan beberapa kapal komersial.

UKMTO menyebut insiden terjadi sekitar 5 mil laut di selatan Al Basrah, Irak. Laporan awal menyebutkan dua kapal tanker terkena proyektil yang belum diketahui asalnya sehingga memicu kebakaran di atas kapal.

Meski kapal mengalami kerusakan, seluruh awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat.

Dalam pembaruan berikutnya, UKMTO juga melaporkan sebuah kapal tanker kedua mengalami kerusakan signifikan akibat serangan tersebut. Kebakaran sempat terjadi di atas kapal, tetapi seluruh kru berhasil diselamatkan.

Otoritas maritim menyatakan hingga saat ini belum ada laporan dampak pencemaran lingkungan akibat insiden tersebut. Investigasi masih dilakukan untuk mengidentifikasi kapal lain yang terdampak.

UKMTO juga mengimbau seluruh kapal yang melintas di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada otoritas maritim.

Di lokasi terpisah, UKMTO juga menerima laporan insiden lain sekitar 35 mil laut di utara Jebel Ali, Uni Emirat Arab. Sebuah kapal kontainer dilaporkan terkena proyektil yang memicu kebakaran kecil, tetapi seluruh awak kapal dinyatakan selamat.

GCPI sendiri mengelola lima pelabuhan utama di Irak, termasuk Umm Qasr Utara, Umm Qasr Selatan, Khur Al Zubair, Abu Floos, dan Maqil. Selain itu, Irak juga memiliki dua terminal minyak lepas pantai utama, yakni Al Basrah Oil Terminal (ABOT) dan Khor Al Amaya Oil Terminal (KAAOT), yang menjadi jalur utama ekspor minyak mentah negara tersebut.

Ketegangan di kawasan Asia Barat semakin meningkat setelah laporan serangan terhadap kapal tanker minyak di Teluk Persia. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah insiden maritim terjadi di jalur pelayaran strategis tersebut.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index