Kedatangan Abdul Wahid di Rutan Pekanbaru Disambut Kompang dan Tangis Pendukung

Kedatangan Abdul Wahid di Rutan Pekanbaru Disambut Kompang dan Tangis Pendukung
Kedatangan Abdul Wahid di Rutan Pekanbaru Disambut Kompang dan Tangis Pendukung

Pekanbaru,sorotkabar.com - Setelah menunggu sejak pagi, Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid akhirnya tiba di Rutan Kelas I Pekanbaru, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 10.15 WIB.

Abdul Wahid datang menggunakan mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri Pekanbaru bersama sejumlah tahanan lain dari Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Kedatangannya langsung disambut antusias para pendukung yang telah memadati area sekitar Rutan. Tabuhan kompang mengiringi momen kedatangan Abdul Wahid, serta teriakan dukungan pun menggema saat Abdul Wahid turun dari kendaraan tahanan.

"Pak Gub benar, Pak Gub tak salah" seru massa pendukung berulang kali.

Suasana haru juga tak terhindarkan, sejumlah pendukung, terutama kaum ibuk-ibuk tampak meneteskan air mata melihat langsung momen kedatangan Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.

Salah seorang pendukung, Dewi, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK), mengaku datang bersama rombongan emak-emak demi memberi dukungan moril kepada Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.

"Kami dari mak-mak masyarakat Riau sangat berharap keadilan untuk Bang Gub. Kami tahu beliau Bang Gub tidak bersalah," ujarnya dengan suara bergetar

Ia mengaku kecewa karena tidak diberi kesempatan bertemu langsung, meski hanya sebentar.

"Tadi harapan kami, kami pengen ketemu sama beliau (Abdul Wahid) sebentar aja. Atau kami yang bicara atau beliau yang bicara sama kami sebentar aja. Tapi itu juga gak boleh. Saya aja tidak bisa lihat wajahnya tadi. Yang mana Bang Gub saya gak tahu. Gak nampak sama sekali,” katanya.

Ia mengatakan para pendukung hanya ingin memastikan kondisi Abdul Wahid sekaligus memberi semangat secara langsung.

“Seandainya kami bisa jumpa Pak Gub, kami pasti kasih semangat. Kalau beliau semangat, kami juga akan tetap semangat. Itu saja yang kami inginkan. Dan kami ingin keadilan yang seadil-adilnya,” tegasnya.

Menurut Dewi, dukungan moril dan doa akan terus mengalir untuk Abdul Wahid.

“Kami sebagai mak-mak akan terus mendoakan dan memberi dukungan. Yang benar akan tetap benar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ida, warga Kecamatan Kulim, menilai Abdul Wahid sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat.

“Beliau orangnya sangat baik, relawan, perhatian, apalagi kepada anak-anak dan warga yang sedang kesulitan. Bahkan sebelum maju, beliau sudah sering turun langsung ke lapangan membantu masyarakat,” kata Ida.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index