UEA Ancam Bekukan Dana Iran di Negara Teluk

UEA Ancam Bekukan Dana Iran di Negara Teluk
Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran turut menghantam sektor pariwisata Uni Emirat Arab, termasuk pariwisata mewah Dubai. (AP Photo/Kamran Jebreili)

Dubai,sorotkabar.com .com – Uni Emirat Arab (UEA) mempertimbangkan langkah untuk memutus akses Iran terhadap dana miliaran dolar yang tersimpan di negara Teluk tersebut.

Seperti  dilaporkan Wall Street Journal, jika direalisasikan maka kebijakan tersebut berpotensi melemahkan akses Iran terhadap valuta asing dan jaringan perdagangan global, pada saat ekonomi negara itu tengah memburuk dan konflik militer dengan Amerika Serikat (AS) serta Israel semakin menambah tekanan.

Otoritas UEA dilaporkan telah memperingatkan pejabat Iran bahwa langkah tersebut sedang dipertimbangkan. Namun hingga kini belum ada keputusan final mengenai apakah kebijakan itu akan diterapkan maupun kapan waktu pelaksanaannya.

Selama ini UEA berupaya menjaga keseimbangan antara aliansi strategisnya dengan AS dan hubungan bertetangga dengan Iran. Namun serangan Iran terhadap wilayah negara Teluk tersebut tampaknya mendorong perubahan pendekatan kebijakan.

Kota Dubai selama ini menjadi jalur finansial penting bagi pelaku bisnis dan individu Iran untuk menghindari sanksi Barat.

Melalui jaringan tersebut, Iran disebut dapat menjual minyak ke luar negeri dan menyalurkan hasilnya untuk berbagai program, termasuk kegiatan militer dan dukungan terhadap kelompok sekutu di kawasan, menurut lembaga pemikir yang berbasis di AS, Atlantic Council.

Sejumlah perusahaan cangkang yang terdaftar di berbagai kawasan bebas perdagangan di Dubai selama bertahun-tahun juga diduga menyamarkan asal-usul minyak dan komoditas Iran. Selain itu, rumah penukaran valuta informal kerap memindahkan dana lintas negara di luar pengawasan sistem perbankan konvensional.

Pemerintah AS selama ini mendesak UEA untuk membongkar jaringan tersebut. Departemen Keuangan AS bahkan telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah entitas berbasis di UEA dalam beberapa tahun terakhir, dengan menilai penegakan aturan di negara itu masih belum sepenuhnya sesuai komitmen yang disampaikan.

Sebagai bagian dari serangan balasan terhadap operasi militer gabungan AS dan Israel, Iran disebut meluncurkan lebih dari 1.000 drone dan rudal ke berbagai target di UEA. Serangan tersebut dilaporkan merusak sejumlah infrastruktur, termasuk Bandara Internasional Dubai, hotel Fairmont, serta kawasan permukiman dan area wisata.

Meski demikian, pejabat UEA menegaskan negaranya tetap mengambil posisi defensif dan tidak akan bergabung dalam aksi militer terhadap Iran. Sikap tersebut sejalan dengan kebijakan lama UEA yang menekankan hubungan bertetangga yang baik, deeskalasi, serta komitmen terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Serangan Iran itu juga mengguncang komunitas bisnis ekspatriat dan investor internasional yang selama puluhan tahun menjadikan Dubai sebagai pusat keuangan yang stabil di kawasan yang kerap bergejolak.

Saat ini otoritas UEA dilaporkan tengah mengkaji berbagai langkah balasan, termasuk pembekuan aset secara selektif terhadap perusahaan cangkang yang berbasis di negara tersebut, serta pengetatan pengawasan terhadap bisnis penukaran mata uang yang selama ini menjadi jalur utama aliran dana Iran.(*) 
 

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index