Dijanjikan Kerja di Malaysia, Warga Siak Terlantar dan Dirawat di Kamboja

Dijanjikan Kerja di Malaysia, Warga Siak Terlantar dan Dirawat di Kamboja
Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan (foto/ist)

Pekanbaru,sorotkabar.com - Seorang perempuan muda asal Kabupaten Siak, Riau, dilaporkan terlantar di Kamboja setelah diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja luar negeri. Informasi mengenai kondisi korban viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik.

Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban dan langsung mengambil langkah koordinasi.

“BP3MI Riau sudah menerima laporan dari pihak keluarga. Sudah kami tindak lanjuti dengan menyurati pimpinan pusat dan juga perwakilan RI di Kamboja,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Korban diketahui bernama Susi Yanti Br Sinaga (22), warga Lubuk Dalam, Kabupaten Siak. Ia berangkat ke luar negeri pada 12 Desember lalu bersama seorang kenalannya berinisial BS.

Awalnya, Susi dijanjikan bekerja di Malaysia. Namun dalam perjalanannya, ia justru dibawa ke Kamboja dan disebut bekerja di sektor industri daring yang diduga berkaitan dengan praktik penipuan online atau scammer.

Belakangan, kondisi Susi dilaporkan memburuk hingga harus menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kamboja. Keluarga mengaku diminta menanggung biaya pengobatan yang mencapai puluhan juta rupiah.

Tak hanya itu, muncul pula permintaan tambahan biaya medis disertai ancaman bahwa korban akan disuntik mati apabila keluarga tidak mampu membayar.

Foto dan tangkapan layar video panggilan yang beredar luas memperlihatkan Susi terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan selang terpasang di hidung dan mulutnya. Kondisi tersebut membuat keluarga semakin cemas dan berharap adanya campur tangan pemerintah.

Laporan telah disampaikan ke KBRI Phnom Penh serta BP3MI Riau. Keluarga berharap korban dapat segera dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan selamat.

Fanny menambahkan, pihaknya kini masih menunggu hasil pengecekan dari perwakilan RI melalui KBRI Phnom Penh yang tengah menelusuri keberadaan serta kondisi korban di rumah sakit. BP3MI Riau terus berkoordinasi guna memastikan langkah penanganan dan perlindungan lanjutan bagi korban.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index