Ekosistem Padang Lamun Punya Peran Strategis Tekan Emisi

Ekosistem Padang Lamun Punya Peran Strategis Tekan Emisi
WikipediaPadang lamun atau seagrass beds di pesisir pantai dihidupkan kembali sebagai bagian dari upaya global untuk mengatasi perubahan iklim.

Jakarta,sorotkabar.com — Ekosistem padang lamun Indonesia diperkirakan mampu menyimpan karbon sebesar 0,26 hingga 0,55 gigaton karbon dioksida ekuivalen (Gt CO2e). Angka ini menunjukkan potensi besar karbon biru dalam mendukung penanganan perubahan iklim dan target penurunan emisi nasional.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yusmiana Rahayu menjelaskan, estimasi tersebut dihitung berdasarkan luas padang lamun Indonesia pada 2018 yang berkisar 875.967 hingga 1.847.341 hektare.

“Totalnya saya gabungkan setelah dikaitkan dengan luas, sehingga mendapatkan 0,26 sampai 0,55 gigaton CO2 ekuivalen,” ujarnya dalam diskusi daring, Senin (2/3/2026).

Perhitungan tersebut merupakan gabungan kapasitas penyimpanan karbon pada biomassa dan sedimen di ekosistem lamun.

Sebagai perbandingan, total emisi gas rumah kaca Indonesia tercatat sebesar 1,84 Gt CO2e pada 2019 berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dengan demikian, potensi karbon yang tersimpan di padang lamun menjadi salah satu komponen penting dalam strategi mitigasi emisi.

Yusmiana menambahkan, angka tersebut masih berpotensi berubah seiring pembaruan data.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada akhir 2024 merilis Peta Karang dan Padang Lamun Nasional 2025 yang mencatat luas padang lamun sebesar 660 ribu hektare dan karang keras 838 ribu hektare secara nasional.

Menurutnya, peran karbon biru semakin relevan dalam mendukung target penurunan emisi yang tertuang dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC). Sektor kelautan dan perikanan kini juga telah diperhitungkan dalam skema nilai ekonomi karbon.

“Artinya, kita perlu data yang lebih siap karena masih banyak data, khususnya ekosistem lamun, yang dibutuhkan agar inventarisasi bisa dihitung lebih detail,” katanya.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index