Teheran,sorotkabar.com – Presiden federasi sepak bola Iran Mehdi Taj mengaku belum mengetahui apakah tim nasional Iran akan ikut Piala Dunia di Amerika Serikat (AS) setelah serangan mendadak yang dilancarkan Amerika dan Israel ke negaranya.
Mehdi Taj mengatakan situasi keamanan membuat pihaknya sulit memandang turnamen tersebut dengan optimistis.
“Apa yang pasti, setelah serangan ini kami tidak bisa diharapkan menyambut Piala Dunia dengan penuh harapan,” ujar Mehdi Taj kepada portal olahraga Varzesh3.
Serangan AS dan Israel terhadap Iran berlanjut hingga hari kedua pada Minggu setelah tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa itu memunculkan ketidakpastian terhadap masa depan Republik Islam Iran sekaligus meningkatkan risiko ketidakstabilan kawasan.
Iran tergabung di Grup G pada Piala Dunia dan dijadwalkan bermain di Los Angeles. Dalam laga tersebut Iran akan menghadapi Selandia Baru dan Belgia masing-masing pada 15 Juni dan 21 Juni, sebelum bertemu Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Turnamen Piala Dunia akan digelar di Amerika Serikat bersama Kanada dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli.
Sebelumnya, penggemar dari Iran sempat dilarang memasuki Amerika Serikat dalam kebijakan larangan perjalanan yang diumumkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sementara itu, FIFA menyatakan masih memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah terkait kemungkinan partisipasi Iran di ajang Piala Dunia.
Sekadar informasi, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan tujuh komandan militer senior Iran meninggal dunia dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Islamic Republic News Agency (IRNA), IRGC menyampaikan belasungkawa kepada bangsa Iran atas wafatnya para perwira tinggi tersebut.(*)