Kedubes AS dan Israel Dikepung Demonstran, Kantor PBB Dirusak

Kedubes AS dan Israel Dikepung Demonstran, Kantor PBB Dirusak
Seorang demonstran mengibarkan bendera Iran saat unjuk rasa menentang serangan AS dan Israel terhadap Iran, di luar kedutaan besar Israel di Athena, Yunani, Minggu, 1 Maret 2026 (AP/AP)

Athena, Yunani,sorotkabar.com – Gelombang kemarahan publik atas eskalasi militer di Iran mulai merambat ke berbagai penjuru dunia. Di Athena, Yunani, lebih dari 1.000 demonstran melakukan aksi long march menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Israel pada Minggu (1/3/2026). 

Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap serangan udara terkoordinasi yang menghantam wilayah Iran baru-baru ini.

Para pengunjuk rasa, yang mayoritas berafiliasi dengan Partai Komunis Yunani (KKE), membawa spanduk dan plakat provokatif dengan pesan tegas. Kalimat seperti "Jangan ganggu Iran" dan "Tutup pangkalan Souda" mendominasi barisan massa yang bergerak memadati jalan-jalan utama ibu kota Yunani tersebut.

Menanggapi situasi yang memanas, Pemerintah Yunani segera memperketat pengamanan di Pangkalan Angkatan Laut Souda yang terletak di Pulau Kreta. Fasilitas ini merupakan aset strategis bagi militer Amerika Serikat di kawasan Mediterania Timur.

Di pusat kota Athena, barisan bus polisi berwarna biru tampak membentuk pagar betis untuk melindungi kompleks Kedutaan Besar AS dan Israel dari potensi amukan massa. Sumber dari kepolisian setempat memperkirakan jumlah demonstran mencapai lebih dari 1.300 orang. Hingga berita ini diturunkan, situasi di Athena masih dalam pengawasan ketat aparat meskipun ketegangan terus terasa.

Sentimen antiperang dan solidaritas terhadap Iran tidak hanya terjadi di Eropa. Di Skardu, salah satu kota besar di wilayah Gilgit-Baltistan, Pakistan, aksi unjuk rasa berujung pada tindakan anarkis. Massa yang emosional dilaporkan merusak beberapa bangunan publik, termasuk kantor regional yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kondisinya benar-benar tak terkendali tadi, massa emosi gara-gara berita serangan itu," ujar salah seorang saksi mata di lokasi kejadian yang menggambarkan kemarahan warga di Skardu.

Laporan awal dari otoritas setempat menunjukkan bahwa kerusakan sejauh ini terbatas pada properti dan bangunan, tanpa adanya laporan korban jiwa. Namun, guna mencegah kerusuhan yang lebih luas, pihak berwenang di Gilgit-Baltistan resmi memberlakukan jam malam di seluruh wilayah Skardu.

Ketegangan yang pecah di Athena dan Skardu menunjukkan bahwa serangan AS-Israel terhadap Teheran telah memicu polarisasi global yang tajam. Pangkalan-pangkalan militer AS di luar negeri kini berada dalam status siaga tinggi, sementara kantor-kantor diplomatik internasional memperketat protokol keamanan mereka.

Publik dunia kini menanti apakah gelombang protes ini akan terus meluas ke kota-kota besar lainnya, seiring dengan belum adanya tanda-tanda de-eskalasi dalam konflik di Timur Tengah.(*) 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index