Malaysia Ingatkan Warganya di Iran Tingkatkan Kewaspadaan

Malaysia Ingatkan Warganya di Iran Tingkatkan Kewaspadaan
Ilustrasi - Sebuah rudal diluncurkan dari sebuah kapal perang selama latihan militer Iran. (ANTARA/Anadolu/am.)

Kuala Lumpur, sorotkabar.com - Malaysia mengingatkan warga negaranya yang memilih tetap berada di Iran atas keputusan sendiri, untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran.

Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan terus memantau keselamatan warga negara Malaysia di Iran di tengah situasi yang terus berkembang di lapangan, dan fokus memberikan perlindungan konsuler.

Kementerian Luar Negeri Malaysia meyakinkan bahwa layanan dan bantuan konsuler standar tetap diberikan kepada warga Malaysia yang memilih untuk tetap berada di Iran atas keputusan mereka sendiri.

Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan memahami ketertarikan media untuk menghubungi individu-individu yang memilih bertahan di Iran.

Namun, demi menghormati privasi dan keputusan pribadi para warga tersebut, serta dengan berpegang teguh pada prinsip perlindungan data pribadi, kementerian tidak dapat mengungkapkan informasi pribadi, membagikan rincian kontak, maupun memfasilitasi komunikasi langsung antara media dan warga yang bersangkutan.

Kementerian kembali menegaskan imbauan bahwa warga Malaysia disarankan untuk menunda seluruh perjalanan yang tidak mendesak ke Iran pada saat ini.

Warga Malaysia yang saat ini berada di Iran diimbau untuk mempertimbangkan pengaturan perjalanan yang sesuai melalui jalur komersial yang tersedia.

Warga Malaysia yang memilih untuk tetap tinggal harus meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan besar, serta mematuhi secara ketat arahan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan dalam laporan kepada parlemen Malaysia menyampaikan saat ini terdapat 13 warga negara Malaysia yang memilih bertahan di Iran atas kemauan sendiri.

Di antara warga tersebut merupakan pelajar yang sedang menuntut ilmu di Iran. Warga Malaysia itu sudah diminta untuk pulang namun bersikeras tetap tinggal.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index