Harga Emas Dunia Siang Hari ini Masih Tinggi karena Dolar AS Melemah

Harga Emas Dunia Siang Hari ini Masih Tinggi karena Dolar AS Melemah
Ilustrasi emas (AP Photo/Mark Baker)

Jakarta,sorotkabar.com - Harga emas dunia menguat pada perdagangan siang hari ini, Kamis (26/2/2026), didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS dan perkembangan geopolitik global, khususnya pembicaraan antara AS dan Iran.

Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot naik 0,4% ke level US$ 5.192,28 per ons troi pada pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada Selasa (24/2/2026).

Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak April 2026 justru terkoreksi 0,3% ke US$ 5.208,80 per ons troi.

Analis OCBC, Christopher Wong, menilai pergerakan harga emas mencerminkan respons pasar terhadap ketidakpastian kebijakan dan kondisi geopolitik global.

“Kenaikan harga emas menunjukkan pasar sedang menyesuaikan diri terhadap ketidakpastian kebijakan tarif, risiko geopolitik, serta pergerakan dolar yang cenderung melemah,” ujar Wong.

Ia menambahkan, dalam jangka pendek harga emas masih berpotensi bergerak sideways seiring pelaku pasar mencermati arah kebijakan bank sentral AS, dinamika nilai tukar dolar, serta perkembangan geopolitik.

Dolar AS sendiri melemah setelah laporan kinerja perusahaan teknologi Nvidia yang lebih baik dari perkiraan meningkatkan sentimen positif investor.

Melemahnya dolar membuat emas, yang diperdagangkan dalam mata uang AS, menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Pasar juga menantikan kejelasan terkait kebijakan tarif AS. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, sebelumnya menyatakan tarif impor untuk sejumlah negara akan naik hingga 15% atau lebih, dari tarif baru sebesar 10%, meski belum memerinci negara yang terdampak.

Selain itu, investor menunggu data klaim pengangguran mingguan AS yang dirilis hari ini untuk membaca arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed). Saat ini, pasar memperkirakan tiga kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin sepanjang 2026.

Dari sisi geopolitik, perhatian pasar tertuju pada pembicaraan terbaru antara AS dan Iran di Jenewa, yang bertujuan meredakan ketegangan terkait program nuklir Iran serta mencegah potensi aksi militer lanjutan dari AS. Ketidakpastian geopolitik ini mendorong investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index