Jakarta,sorotkabar.com — Sebanyak 801 atlet dari 26 negara Asia dan Oseania ambil bagian dalam Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 yang resmi dimulai Jumat (20/2/2026) di JCC Senayan, kompleks GBK, Jakarta. Ajang ini akan berlangsung hingga 27 Februari 2026.
Indonesia sebagai tuan rumah menurunkan kekuatan penuh pada kejuaraan bergengsi level Asia tersebut. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi), Amir Yanto, menyebut Merah Putih mengirim total 48 atlet, terdiri atas 24 atlet kadet dan 24 atlet junior.
“Maksimal kuota kami manfaatkan sepenuhnya. Semua atlet tampil di nomor floret, degen, dan sabel, baik individu maupun beregu,” ujar Amir Yanto di JCC Senayan.
Ia mengakui persaingan di Asia masih didominasi negara kuat seperti China, Jepang, dan Korea. Meski demikian, Indonesia tetap memasang target realistis.
“Kita sadar persaingan sangat berat. Namun, kami berharap bisa menembus tiga besar sebagai bagian dari proses pembelajaran dan peningkatan prestasi,” katanya.
Amir menjelaskan, persiapan atlet dilakukan melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) setelah menjalani seleksi nasional di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara.
Sejumlah atlet yang berlatih di luar negeri, termasuk Amerika Serikat, turut dipanggil memperkuat tim nasional.
“Kami membangun fondasi dari bawah. Prosesnya memang bertahap, tetapi dengan kerja keras dan kesabaran, hasil positif akan datang,” tegasnya.
Selain memperebutkan gelar juara Asia, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari kualifikasi menuju Youth Olympic Dakar 2026 di Senegal. Status tersebut membuat turnamen ini memiliki nilai strategis bagi para atlet muda.
“Kesempatan menjadi tuan rumah harus dimanfaatkan sebagai motivasi. Atlet tidak boleh minder dan harus memiliki mental bertanding yang kuat,” tambah Amir.
Sementara itu, atlet anggar putri Indonesia, Jessyca Emilia, menyatakan siap tampil maksimal di nomor degen putri. Ia menilai persiapan tim berjalan optimal, termasuk sesi latih tanding dengan sejumlah negara peserta.
“Persiapan sejauh ini sangat baik. Kami sudah memaksimalkan latihan dan sempat sparring dengan atlet dari Taipe, India, dan Uni Emirat Arab. Itu sangat membantu untuk mengukur kemampuan,” ujar Emilia.
Menurutnya, pengalaman bertanding pada level internasional sebelumnya menjadi bekal penting menghadapi kompetisi ketat di Asia. Ia menyebut Jepang, Korea, dan China sebagai negara dengan kualitas permainan sangat tinggi.
“Persaingan di sini sangat ketat karena level mereka memang sudah sangat tinggi,” ucapnya.
Meski menghadapi lawan tangguh, Emilia tetap memasang target meraih medali bagi Indonesia. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kondisi fisik dan daya tahan, terutama di tengah ibadah puasa.
“Target pribadi tentu ingin mempersembahkan medali untuk Indonesia. Apa pun warnanya, semoga bisa tercapai,” katanya penuh optimisme.
Dengan persiapan matang dan dukungan sebagai tuan rumah, Indonesia berharap mampu memberikan kejutan sekaligus meningkatkan posisi di peta persaingan anggar Asia.(*)