Bayi Monyet Dibuang Ibunya, Kini Peluk Boneka untuk Dapat Kehangatan

Bayi Monyet Dibuang Ibunya, Kini Peluk Boneka untuk Dapat Kehangatan
Ilustrasi bayi monyet. (Pixabay/DaniRevi)

Jakarta,sorotkabar.com - Seekor bayi monyet di Kebun Binatang Ichikawa di Jepang ditinggal ibunya sejak lahir.

Kini bayi monyet itu terbiasa memeluk boneka orangutan untuk mencari kehangatan yang tak pernah ia dapatkan.
Bayi monyet bernama Punch itu lahir pada 26 Juli 2025 dan sekarang usianya hampir tujuh bulan. Di musim panas itu, tak lama setelah kelahirannya, Punch sudah ditinggalkan oleh sang ibu.

Kasus seperti ini dapat terjadi di antara monyet, terutama jika ibu monyet tidak berusaha untuk menjalin ikatan dengan anaknya. Punch kecil terlahir sehat, tetapi sangat rentan karena tak diasuh oleh ibunya.

Akhirnya dua penjaga kebun binatang, Kosuke Shikano dan Sumpei Miyakoshi yang menjadi pengasuhnya, membesarkan Punch dengan tangan manusia.

Mereka tidak mengisolasi Punch, justru membiarkannya hidup di habitat yang familiar untuknya. Punch tumbuh dengan suara dan aroma monyet lain di sekelilingnya, sehingga ia bisa lebih mungkin berbaur dengan kawanannya meskipun tanpa ibu. Sejak kecil ia sudah dipersiapkan untuk bertahan hidup dengan cara seperti ini.

Namun, Punch kecil tak pernah mendapat kasih sayang ibu seperti bayi kera lain yang terus menempel dengan induknya. Tanpa kontak fisik yang memberikan kehangatan, keamanan emosional, dan menguatkan tubuh, takutnya Punch jadi depresi dan memiliki kesulitan beradaptasi secara sosial.

Para pengasuh berusaha mencari cara lain, mereka ingin Punch tetap merasa hangat seperti berada di dekat bulu ibunya meskipun menggunakan handuk gulung dan boneka mainan.

Mereka akhirnya memberikan boneka orangutan untuk bayi Punch, setidaknya bisa menggantikan sosok hangat yang hilang darinya.

Dalam waktu singkat Punch sudah membangun ikatan dengan boneka tersebut. Boneka itu memiliki tekstur bulu, bentuk fisiknya juga mirip seperti primata sejenisnya. Mudah digenggam, dipeluk, dan dibawa ke mana-mana, membuat Punch selalu berada di dekat boneka itu.

Shinako mengatakan bahwa boneka ini berfungsi sebagai 'ibu pengganti' untuk Punch, karena pengasuh tidak mungkin berada di sampingnya setiap saat khususnya ketika malam tiba.

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa benda pengganti seperti selimut, mainan, dan barang familiar lainnya bisa membantu mamalia kecil untuk mengelola stres dan beradaptasi.

Melansir Times of India, pada pertengahan Januari 2026, pihak kebun binatang secara bertahap mulai memperkenalkan kembali Punch ke kawanannya agar ia terbiasa bersosialisasi. Awalnya monyet lain tidak ramah dan mengintimidasi Punch, sesekali juga punch kecil sering dimarahi oleh mereka.

Saat Punch didorong oleh monyet lain, boneka orangutan seperti perisai yang membelanya dan jadi penghibur yang setia untuknya. Ketika ia berbaring di atas boneka itu, Punch terlihat begitu nyaman seolah itu adalah tempat yang paling aman untuk dunia kecilnya, seperti dilansir Bangkok Post.

Pejabat Kebun Binatang Ichikawa mengatakan bahwa Punch butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Ia tak punya banyak ingatan dan ikatan dari ibunya, sehingga butuh dukungan emosional tambahan dalam proses pertumbuhannya.

Lama-kelamaan mulai ada kemajuan, Punch pelan-pelan bermain dengan monyet lainnya, tetapi masih belum melepaskan boneka orangutan dari tangan kecilnya. Kini Punch mulai lebih aktif dan lebih gemuk, beratnya sudah dua kilogram.

Cerita Punch ini kemudian viral di media sosial X (dulunya Twitter), setelah cuplikan video yang beredar dan ditonton oleh jutaan pengguna. Video itu menampilkan Punch memegang bonekanya erat saat tidur dan selalu membawanya ke mana-mana.

Banyak hati yang tersentuh, melihat bayi kera yang sebatang kara itu mencari kehangatan melalui boneka. Tagar HangInTherePunch digunakan di puluhan ribu postingan dalam beberapa hari saja, membuktikan banyak dukungan untuknya. Punch mendapat banyak empati dan kasih sayang dari pengunjung maupun warganet.

Sekarang, staf kebun binatang fokus merawat dan memantau pertumbuhannya. Punch kecil hingga hari ini masih terus memegang boneka kesayangannya itu, menjadi sosok ibu pengganti sekaligus teman yang memberinya kehangatan.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index