Bos Danantara Segera Umumkan Merger Anak Usaha Pertamina

Bos Danantara Segera Umumkan Merger Anak Usaha Pertamina
PertaminaKilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan. CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan rencana merger tiga anak usaha PT Pertamina akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

Jakarta,sorotkabar.com — CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan rencana merger tiga anak usaha PT Pertamina akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Tiga anak usaha tersebut meliputi PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).

“Iya nanti segera diperkenalkan,” ujar Rosan usai rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Rosan menjelaskan, penggabungan tiga anak usaha Pertamina itu bertujuan meningkatkan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Ia berharap merger tersebut dapat mendorong produktivitas dan efisiensi operasional.

“Insya Allah itu merger penggabungan untuk melakukan meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Itu sudah berlaku,” sambung Rosan.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menargetkan penyelesaian merger tiga anak usaha Pertamina, yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS), pada 1 Januari 2026. Rencana tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

“Kita sih kejarnya mudah-mudahan per 1 Januari 2026 sudah terlaksana (merger),” ujar Simon setelah menghadiri pelantikan anggota komite BPH Migas di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Simon menyampaikan, rencana merger tersebut telah memasuki tahap finalisasi dan akan dilaporkan kepada Danantara untuk mendapatkan persetujuan. Penggabungan itu sebelumnya juga telah disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI yang membidangi BUMN pada Kamis (11/9/2025).

Langkah merger dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas operasional di tengah dinamika global yang berdampak pada penurunan keuntungan Pertamina. Simon menekankan, kondisi global yang menyebabkan penurunan permintaan minyak, sementara produksi kilang meningkat, menjadi salah satu alasan utama keputusan penggabungan tersebut.

Selain merger, Simon mengatakan Pertamina juga akan mengoptimalkan proses bisnis di seluruh lini usaha agar lebih efisien. Fokus perusahaan akan diarahkan pada inti bisnis minyak dan gas (migas), serta pengembangan energi baru dan terbarukan.

“Yang tidak kalah penting, semua langkah tersebut dilakukan untuk menjaga reputasi perusahaan,” kata Simon.(*) 
 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index