Jakarta,sorotkabar.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menaikkan pangkat setingkat lebih tinggi bagi 87 personel Perwira Tinggi (Pati). Upacara kenaikan pangkat itu digelar di Ruang Rapat Utama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, hari ini.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan kenaikan pangkat ini adalah bentuk apresiasi institusi atas dedikasi, integritas, dan capaian kinerja para perwira tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
"Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi juga amanah dan tanggung jawab yang lebih besar. Institusi menaruh harapan agar para perwira tinggi yang memperoleh kenaikan pangkat dapat terus memperkuat transformasi Polri yang Presisi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga profesionalisme dalam pelaksanaan tugas," kata Brigjen Trunoyudo melalui keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Dari total 87 Pati Polri yang mendapatkan kenaikan pangkat, empat personel di antaranya resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal (Komjen) atau bintang tiga.
Selain itu, 30 personel naik menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua dan 53 personel naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) atau bintang satu.
Adapun empat pati yang kini resmi menyandang pangkat Komjen adalah:
1. Komjen Mulia Hasudungan Ritonga;
2. Komjen Gatot Tri Suryanta;
3. Komjen Helmy Santika;
4. Komjen Rudi Setiawan.
Selain itu, Trunoyudo menyatakan, kenaikan pangkat ini merupakan bagian dari pembinaan karier serta upaya penguatan organisasi dalam menjawab tantangan tugas yang semakin dinamis.
Dia menyebut dinamika tantangan keamanan saat ini menuntut kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif. Polri diharapkan mampu menghadirkan solusi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Momentum kenaikan pangkat ini diharapkan semakin memperkuat soliditas organisasi dan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara," tutur Trunoyudo.
Kenaikan pangkat ini, lanjut dia, menjadi strategi Polri dalam memperkuat sumber daya manusia yang unggul. Hal ini bertujuan mendukung tugas kepolisian agar semakin modern, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.(*)