Status Gunung Sorik Marapi Madina Jadi Waspada, Pendakian Ditutup Sementara

Minggu, 05 April 2026 | 18:47:47 WIB
Foto: Gunung Sorik Marapi Madina. (Foto: dok. BTN Batang Gadis)

MANDAILING NATAL, sorotkabar.com - Status Gunung Api Sorik Marapi yang berada di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) meningkat dari normal menjadi waspada. Alhasil, pendakian menuju gunung itu ditutup sementara.

Untuk diketahui, gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Batang Gadis.

"Berdasarkan laporan khusus Plt Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor: 629.Lap/GL.03/BGL/2026 tanggal 3 April 2026 tentang kenaikan tingkat aktivitas Gunung Api Sorik Marapi di Sumatera Utara dari level I (normal) menjadi level II (waspada). Maka dalam rangka mengantisipasi potensi bencana geologi, disampaikan bahwa jalur pendakian Gunung Sorik Marapi di Taman Nasional Batang Gadis ditutup sementara," demikian pengumuman penutupan itu, seperti dikutip dari akun Balai Taman Nasional (BTN) Batang Gadis di Instagram, Minggu (5/4/2026).

Dalam unggahan itu dijelaskan bahwa, penutupan dilakukan terhitung 4 April 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penutupan itu menyusul adanya peningkatan intensitas gempa yang cukup tinggi pada 2-3 April 2026. Masyarakat pun diimbau untuk mematuhi pengumuman tersebut.

"Pembukaan jalur pendakian akan dilakukan setelah aktivitas Gunung Sorik Marapi kembali normal berdasarkan hasil pengamatan otoritas terkait," jelasnya.

Ratusan Kali Gempa Terjadi
Pada unggahan itu juga dicantumkan laporan khusus dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dalam laporan itu dijelaskan bahwa pada 2-3 April 2026 terjadi gempa hingga ratusan kali.

"Pada 2 April 2026 terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) yang signifikan. Pada saat itu, terekam 115 kali gempa vulkanik dalam (VA), 4 kali gempa terasa skala II IV MMI, dan 11 kali gempa tektonik jauh," isi laporan khusus itu.

"Pada tanggal 3 April 2026 intensitas kegempaan masih tinggi. Hingga pukul 18.00 WIB, terekam 49 kali gempa vulkanik dalam, 3 kali gempa tektonik lokal, 1 kali gempa terasa skala IV MMI, dan 4 kali gempa tektonik jauh. Peningkatan gempa vulkanik dalam tersebut berkaitan dengan migrasi magma dari kedalaman ke arah permukaan, sehingga perlu diwaspadai," lanjut isi laporan.

Akibat adanya peningkatan kegempaan tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi menaikkan status dari normal menjadi waspada terhitung tanggal 3 April 2026. Ada beberapa imbauan kepada masyarakat menyusul adanya peningkatan level ini, diantaranya mengimbau masyarakat, pengunjung atau wisatawan untuk tidak memasuki wilayah radius 1500 meter dari pusat kawah utama/puncak Gunung Sorik Marapi.

Selain itu, masyarakat, pengunjung atau wisatawan juga diminta tidak memasuki kawah Sibanggor Tonga, kawah Sibanggor Julu, dan kawah-kawah lainnya yang berada di sekitar Sorik Marapi. Hal ini untuk menghindari potensi bahaya dari semburan lumpur atau gas beracun yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

"Seluruh pihak (diminta) agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah," pungkasnya.(*)

Terkini