Pemadaman Listrik di Sumatera Jadi Peringatan Penting bagi Sistem Kelistrikan Nasional

Pemadaman Listrik di Sumatera Jadi Peringatan Penting bagi Sistem Kelistrikan Nasional
IESR menilai pemadaman listrik berskala luas yang terjadi di Sumatera dalam satu bulan terakhir menjadi peringatan penting bagi Indonesia untuk mengevaluasi ketahanan sistem kelistrikan nasional. (ilustrasi)

Jakarta,sorotkabar.com - Lembaga think tank Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai pemadaman listrik berskala luas yang terjadi di Sumatera dalam satu bulan terakhir menjadi peringatan penting bagi Indonesia untuk mengevaluasi ketahanan sistem kelistrikan nasional. Evaluasi tidak hanya perlu melihat kemampuan sistem dalam menyalurkan listrik secara andal, tetapi juga ketahanan infrastruktur listrik dalam menghadapi kejadian ekstrem, termasuk cuaca buruk yang semakin sering terjadi akibat krisis iklim.

IESR mencatat, PLN menjelaskan akibat cuaca buruk, dua sirkuit transmisi di koridor timur berdaya 500 kV mengalami trip, sehingga menciptakan perpindahan transfer daya dari koridor timur ke koridor barat berdaya 275 kV. Perpindahan ini menimbulkan fenomena osilasi tegangan dan frekuensi tinggi yang pada akhirnya memaksa skema isolasi memisahkan sistem kelistrikan Sumatera menjadi dua bagian, yakni wilayah utara dan selatan, untuk mencegah gangguan yang lebih luas.

Kondisi saat itu menyebabkan wilayah utara mengalami kekurangan pasokan daya, sedangkan wilayah selatan kelebihan pasokan listrik. Sistem pertahanan di wilayah selatan berhasil bekerja sehingga tidak menyebabkan pemadaman. Sementara itu, di wilayah utara frekuensi terus menurun sehingga memaksa pembangkit mengalami trip dan menimbulkan pemadaman.

Gangguan serupa kembali terjadi pada 4 Juni 2026. Sebanyak 12 menara transmisi milik PT PLN (Persero) dilaporkan mengalami kerusakan, baik roboh maupun bengkok, sehingga mengganggu pasokan listrik di sejumlah wilayah.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index