Forum London, Menhut: Prabowo Komitmen Selamatkan Gajah Sumatera

Jumat, 23 Januari 2026 | 23:10:53 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto dalam melindungi satwa liar Indonesia, khususnya gajah Sumatera yang kini berstatus kritis. Komitmen itu diwujudkan melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative (P

Jakarta,sorotkabar.com - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto dalam melindungi satwa liar Indonesia, khususnya gajah Sumatera yang kini berstatus kritis. Komitmen itu diwujudkan melalui Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Provinsi Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Menhut Antoni dalam forum Advancing Sustainable Nature Finance in Aceh and Beyond yang digelar di London, Rabu (21/1/2026). Forum internasional ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Minister for Indo-Pacific Seema Malhotra, Utusan Khusus Presiden Bidang Perubahan Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, serta Wakil Ketua Komisi I DPR Budisatrio Djiwandono.

Antoni menekankan Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia, tetapi menghadapi tekanan besar akibat kehilangan habitat. “Ratusan spesies tumbuhan dan mamalia saat ini masuk kategori rentan, terancam punah, bahkan kritis,” ujar Antoni.

Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberi arahan langsung agar pemerintah mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati nasional serta menjaga keberlanjutan taman nasional. Salah satu implementasi konkret dari arahan tersebut adalah PECI Aceh, yang difokuskan pada perlindungan habitat gajah Sumatera.

Komitmen itu, lanjut Antoni, juga tercermin dalam dialog antara Presiden Prabowo dan Raja Charles III. “Dalam pertemuan Presiden Republik Indonesia dengan Yang Mulia Raja Inggris pada November 2024, Presiden Prabowo berkomitmen menyediakan lahan konservasi seluas 20.000 hektare untuk gajah. Pada Agustus 2025, komitmen ini diperluas menjadi 90.000 hektare,” jelasnya.

Antoni menjelaskan, PECI dirancang sebagai inisiatif kolaboratif lintas sektor yang mengintegrasikan pendekatan konservasi, pengelolaan lanskap, serta pemberdayaan masyarakat sekitar. Inisiatif ini juga diproyeksikan sebagai model percontohan yang akan direplikasi di wilayah lain di Indonesia dengan tantangan konservasi serupa.

Selain PECI Aceh, Kementerian Kehutanan juga mengembangkan proyek percontohan pembiayaan taman nasional di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. 

“Saat ini kami membangun fondasi agar Way Kambas menjadi lokasi proyek offset karbon pertama dalam sistem taman nasional Indonesia yang terbuka bagi pasar karbon sukarela atau voluntary carbon market (VCM),” tegas Antoni.

Menhut memaparkan sejumlah langkah strategis untuk mempercepat pembiayaan berkelanjutan bagi 57 taman nasional di Indonesia, termasuk pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Taman Nasional yang diketuai oleh utusan khusus presiden.

“Satuan tugas ini akan memberikan arahan strategis, mengoordinasikan strategi investasi, serta merevisi dan menerbitkan regulasi yang dibutuhkan agar Indonesia dapat bermitra secara efektif dengan sektor swasta,” tuturnya.

Pada akhir forum, Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III menyempatkan diri berkeliling untuk berdialog dengan para peserta. Pada agenda terpisah, Menhut Antoni juga mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan 20 rektor universitas ternama Inggris yang tergabung dalam Russell Group.(*)

Halaman :

Terkini