Sederet Alasan Rupiah Anjlok Menuju Rp 18.000 Per Dolar AS

Sederet Alasan Rupiah Anjlok Menuju Rp 18.000 Per Dolar AS
Ilustrasi rupiah. (Antara Foto/Akbar Tado)

Jakarta,sorotkabar.com – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (24/6/2026). Pelemahan dipicu kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari ketidakpastian status pasar Indonesia di MSCI hingga ekspektasi kebijakan moneter ketat bank sentral AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah juga dipengaruhi perkembangan terkait tinjauan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI.

Meskipun pasar merespons positif keputusan MSCI yang memperpanjang evaluasi aksesibilitas pasar Indonesia hingga November 2026, proses peninjauan tersebut masih menyisakan ketidakpastian bagi investor.

“Proses evaluasi terhadap status pasar Indonesia masih berlanjut dan akan menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan,” kata Ibrahim.

Dari sisi lain, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun pada semester II 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya ketidakpastian global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 93 poin atau 0,52% ke level Rp 17.952 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp 17.859 per dolar AS.

Pelemahan juga terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter ketat bank sentral AS.

Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis (25/6/2026) masih berpotensi berfluktuasi dan cenderung melemah.

“Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 17.950 hingga Rp 18.020 per dolar AS,” ujar Ibrahim.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index