SPMB 2026 Riau: Persaingan Masuk SMA Negeri Meningkat, Pekanbaru dan Dumai Paling Ketat

SPMB 2026 Riau: Persaingan Masuk SMA Negeri Meningkat, Pekanbaru dan Dumai Paling Ketat
Plt Kadisdik Riau, Erisman Yahya.(foto: int)

Pekanbaru,sorotkabar.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Provinsi Riau menunjukkan fenomena yang masih berulang setiap tahun, yakni penumpukan pendaftar pada sejumlah sekolah favorit di wilayah perkotaan.

Data terbaru yang dirilis Disdik Riau memperlihatkan bahwa minat calon murid belum tersebar merata di seluruh kabupaten dan kota.

Akibatnya, beberapa daerah mengalami persaingan yang cukup ketat, sementara sejumlah sekolah lainnya berpotensi belum terisi penuh meski proses penerimaan masih berlangsung.

Kadisdik Riau, Erisman Yahya mengungkapkan, Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah peminat tertinggi pada pelaksanaan SPMB tahun ini.

"Dari kuota sebanyak 11.611 kursi, tercatat 13.872 akun telah diaktivasi dan 13.340 calon murid telah melakukan pemilihan sekolah," ujar Erisman, Senin (22/6/2026).

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa jumlah calon peserta didik yang memilih sekolah di Pekanbaru telah melampaui kapasitas daya tampung yang tersedia.

Selain Pekanbaru, Kota Dumai juga mengalami kondisi serupa. Dari total daya tampung 4.037 kursi, jumlah pendaftar telah mencapai 4.569 peserta.

Situasi ini menjadikan kedua daerah tersebut sebagai wilayah dengan tingkat persaingan paling tinggi dalam proses penerimaan tahun ajaran baru.

Berbeda dengan Pekanbaru, Kabupaten Kampar tercatat sebagai daerah dengan daya tampung terbesar di Riau.

Total kuota yang tersedia mencapai 13.170 kursi, namun jumlah peserta yang telah aktif mendaftar baru mencapai 9.642 orang.

Sementara itu, Kabupaten Bengkalis memiliki kuota 11.884 kursi dengan jumlah pendaftar aktif sebanyak 8.675 peserta.

"Kabupaten Bengkalis memiliki kuota 11.884 kursi dengan 8.675 pendaftar aktif. Rokan Hulu mencatat 6.687 pendaftar dari kuota 10.337 kursi," kata Erisman.

Data lainnya menunjukkan Kabupaten Siak memiliki 6.105 pendaftar dari kuota 9.191 kursi.

Kabupaten Rokan Hilir mencatat 6.943 pendaftar dari kuota 8.355 kursi, sedangkan Kabupaten Indragiri Hilir memiliki 5.396 pendaftar dari daya tampung 7.730 kursi.

Untuk Kabupaten Pelalawan, jumlah pendaftar mencapai 5.018 peserta dari kuota 6.891 kursi.

Kabupaten Indragiri Hulu mencatat 6.368 pendaftar dari kuota 6.982 kursi, sementara Kabupaten Kuantan Singingi memiliki 4.717 pendaftar dari total daya tampung 6.861 kursi.

Di wilayah kepulauan, Kabupaten Kepulauan Meranti mencatat 1.679 pendaftar dari kuota 2.547 kursi yang tersedia.

Menurut Erisman, tingginya minat calon murid terhadap sekolah-sekolah tertentu menjadi faktor utama belum meratanya distribusi pendaftar di seluruh satuan pendidikan.

Meski secara total kuota pendidikan menengah negeri di Riau masih mencukupi, konsentrasi pilihan peserta yang hanya terfokus pada sekolah favorit menyebabkan sebagian sekolah mengalami kelebihan peminat, sedangkan sekolah lain masih kekurangan pendaftar.

"Kondisi ini berpotensi mengakibatkan masih adanya satuan pendidikan SMA/SMK Negeri, termasuk di Kota Pekanbaru, yang belum memenuhi seluruh kuota daya tampungnya setelah proses daftar ulang selesai," jelasnya.

Fenomena tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Riau karena berpotensi memengaruhi pemerataan layanan pendidikan dan optimalisasi kapasitas sekolah negeri di berbagai daerah.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index