Ebola Merebak, Korsel Naikkan Level Peringatan Perjalanan ke Uganda

Ebola Merebak, Korsel Naikkan Level Peringatan Perjalanan ke Uganda
Wabah Ebola merebak di Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan. (AP Photo/Moses Sawasawa)

Seoul,sorotkabar.com – Korea Selatan meningkatkan status peringatan perjalanan ke Uganda di tengah merebaknya wabah Ebola yang tengah menjadi perhatian global saat ini.

Mengutip Yonhap News Agency, Kamis (21/5/2026), Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menaikkan peringatan perjalanan untuk seluruh wilayah Uganda dari Level 2 menjadi peringatan perjalanan khusus.

Sebelumnya, status Level 2 hanya menyarankan warga untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak. Dengan peningkatan status tersebut, pemerintah Korea Selatan kini meminta warganya membatalkan atau menunda perjalanan ke Uganda, dilansir dari TRT World.

Pemerintah juga mengimbau warga Korea Selatan yang saat ini berada di Uganda agar meningkatkan kewaspadaan dan lebih memperhatikan faktor keselamatan.

Selain Uganda, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan disebutkan juga berencana mengeluarkan larangan perjalanan Level 4 untuk Provinsi Ituri di Republik Demokratik Kongo.

Sementara itu, Korea Disease Control and Prevention Agency pada Selasa (19/5/2026) menetapkan Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan sebagai negara prioritas manajemen karantina terkait penyakit virus Ebola.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sebanyak 51 kasus Ebola telah dikonfirmasi di Republik Demokratik Kongo, terutama di Provinsi Ituri dan Kivu Utara, termasuk di Kota Bunia dan Goma dengan angka kasus kematian hampir mencapai 90 orang.

Uganda juga melaporkan dua kasus Ebola yang terkonfirmasi di ibu kota Kampala, termasuk satu pasien meninggal dunia setelah sebelumnya melakukan perjalanan dari Republik Demokratik Kongo.

WHO menyebut wabah terbaru ini disebabkan oleh strain Bundibugyo, salah satu jenis virus yang dapat memicu penyakit Ebola. Menurut Doctors Without Borders (MSF), tingkat kematian akibat strain Bundibugyo diperkirakan berkisar antara 25% hingga 40%.

Sebagai perbandingan, tingkat kematian global akibat Covid-19 secara umum tercatat jauh lebih rendah, yakni di bawah 1%. WHO sendiri sejak akhir pekan lalu telah menetapkan status wabah Ebola sebagai darurat kesehatan global.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index