Pemerintah Percepat Renovasi 10.000 Rumah Siswa Sekolah Rakyat

Pemerintah Percepat Renovasi 10.000 Rumah Siswa Sekolah Rakyat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. (Antara/Antara)

Jakarta,sorotkabar.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pemerintah siap mempercepat renovasi 10.000 rumah milik orang tua siswa Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto.

“Kita cepat kerjanya. Secepatnya datanya sudah jalan kok, sudah diverifikasi dengan cepat. Segera itu direnovasi,” kata Maruarar Sirait seperti dilansir dari Antara, Rabu (13/5/2026).

Maruarar mengatakan jumlah renovasi rumah bagi siswa Sekolah Rakyat meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencakup sekitar 1.000 unit rumah di berbagai daerah di Indonesia.

Meski demikian, pelaksanaan renovasi rumah akan segera dilakukan mengikuti jadwal dan titik lokasi yang ditetapkan Kementerian Sosial agar program berjalan cepat serta tepat sasaran bagi penerima manfaat.

“Tahun lalu 1.000 unit, tahun ini 10.000 unit. Kita akan segera jalan nanti mengikuti jadwal dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke beberapa titik,” ujar Maruarar.

Ia menjelaskan proses pendataan dan verifikasi calon penerima bantuan renovasi rumah saat ini terus berjalan sehingga pemerintah dapat segera memulai pelaksanaan program sesuai kesiapan data lapangan.

Maruarar menegaskan Kementerian PKP siap mendukung penuh program tersebut dan memastikan percepatan pelaksanaan renovasi rumah dilakukan segera seusai data dari Kementerian Sosial diterima.

Kementerian Sosial bersinergi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk merenovasi 10.000 unit rumah tidak layak huni milik orang tua siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan program renovasi tersebut merupakan bagian dari miniatur pengentasan kemiskinan yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025.

“Sekolah Rakyat menjadi pusat pemberdayaan, di mana anaknya bersekolah, sementara orang tuanya diberdayakan dan didukung program strategis, salah satunya renovasi rumah agar lebih layak huni yang didukung oleh Kementerian PKP,” katanya.

Dari 10.000 rumah yang diusulkan, sebanyak 5.000 unit telah dinyatakan memenuhi syarat atau clear and clean, terutama terkait status kepemilikan lahan milik sendiri. Sisanya saat ini masih dalam proses verifikasi dan validasi lapangan oleh tim pendamping Kemensos bersama petugas Kementerian PKP.

Terkait rumah orang tua murid yang status kepemilikannya masih menumpang, pinjam, atau sewa, Kemensos berkomitmen mencarikan solusi alternatif melalui kerja sama dengan berbagai pihak.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index