Ketua Komsos KWI Ajak Wartawan Kembali ke Jati Diri

Ketua Komsos KWI Ajak Wartawan Kembali ke Jati Diri
Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI), Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, menerima kunjungan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Wisma Uskup Keuskupan Surabaya, Jalan Darmo, Kota Surabaya, Kamis 30 April 2026. (

Jakarta,sorotkabar.com — Ketua Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (Komsos KWI), Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, mengingatkan wartawan untuk kembali pada jati dirinya sebagai penjaga kebenaran sekaligus pembawa damai di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya penyebaran hoaks.

Pesan tersebut disampaikan Mgr Didik, sapaan akrab Mgr Agustinus, saat menerima kunjungan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Wisma Uskup Keuskupan Surabaya, Jalan Darmo, Kota Surabaya, Kamis (30/4/2026).

Dalam pertemuan itu, ia menegaskan pentingnya peran wartawan sebagai penyampai kebenaran yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga memastikan keakuratan di tengah maraknya disinformasi. “Jadilah saksi kebenaran yang membawa damai,” ujar Mgr Didik.

Rombongan PWKI yang hadir terdiri atas AM Putut Prabantoro (founder), Mayong Suryo Laksono (penasihat), Asni OVier Dengen Paluin (ketua), Lucius Gora Kunjana dan Stanislaus Jumar Sudiyana (sekretaris), Bonfilio Mahendra Wahanaputra (bidang hubungan antarlembaga), serta Yophiandi Kurniawan dan Algooth Putranto (bidang hubungan luar negeri).

Hadir pula pengurus PWKI Surabaya, yakni Adrianus Adhi, Ambrosius Harto Manumoyoso, Petrus Riski, serta pegiat Dokumen Abudhabi, Rm Fadjar Tedjo Soekarno Pr.

Pertemuan ini juga menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman atau MOU terkait penggunaan resmi Bahasa Indonesia oleh Vatikan. Kesepakatan tersebut ditandatangani antara Komsos KWI dan Prefek Dikasteri Komunikasi Vatikan, Dr Paolo Ruffini, di Vatikan pada 25 Maret 2026.

Menurut Mgr Didik, peran wartawan tidak hanya terbatas pada ruang redaksi, tetapi juga mencakup diplomasi budaya dan penguatan identitas bangsa di tingkat global.

“Kembalinya wartawan ke jati dirinya sebagai pewarta kebenaran dan perdamaian menegaskan bahwa kerja jurnalistik juga hadir dalam diplomasi budaya dan penguatan identitas Indonesia,” jelasnya.(*)

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index